Sesuai namanya, nasi bambu dimasak dengan bambu. Cara membuatnya cukup sederhana meskipun perlu kesabaran yang cukup tinggi. Para pembuat nasi bambu biasanya menyiapkan makanan ini sejak pagi hari, diawali dengan mencuci beras hingga bersih selanjutnya tiriskan hingga tidak ada tetesan air yang terjatuh. Sembari menunggu, kupas kelapa yang akan digunakan untuk santan. Bagian kulit harus dihilangkan agar santan tidak berwarna coklat.

Kelapa yang sudah diparut kemudian diperas santannya lalu diberikan sedikit garam agar rasa santannya cukup kuat, sisipkan santan lalu siapkan bumbunya. Gunakan bambu yang berukuran sedang untuk menghasilkan cetakan nasi yang pas.

Kemudian letakan gulungan daun pisang sebagai pelapis agar nasi tidak lengket dengan bagian dalam bambu. Kini proses pemasakan bisa dimulai, tuang beras kedalam cetakan sampai hampir penuh, beri santan hingga meredam semua bagian ketan. Proses berikutnya anda hanya membakar bambu berisi ketan dan sambal diatas bara api dan menunggunya hingga matang. Proses ini membutuhkan  waktu hingga 6 jam, selama proses pembakaran jangan lupa membolak balik bambu agar ketan matang sempurna.

Makanan ini biasa disantap ketika perjalanan, ini dikarenakan nasi bambu lebih praktis dibading nasi biasa. Satu batang nasi bambu dijual dengan harga Rp. 50.000 namun jika anda ingin mencoba sedikit anda bisa membeli sebagian kecil saja. Nasi bambu bisa disajikan dalam potongan setebal 2 CM, hanya dengan Rp 5.000 empat potong nasi bambu bisa anda bawa pulang. Selain praktis, nasi bambu mengandung karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi, sehingga sangat cocok dijadikan alternatif menu utama anda. Rasanya sangat gurih sehingga anda tidak perlu menambahkan dengan lauk apapun.

sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbmaluku


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *