Tradisi Natal di Indonesia

0

34

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia terdiri dari banyak suku. Begitu juga dengan tradisi dan budayanya. Walaupun penduduk Indonesia sebagian besar memeluk Islam, tetapi kemeriahan menyambut Natal juga terasa. Berikut ini tradisi-tradisi natal yang terdapat di beberapa kota di Indonesia:

1. Yogyakarta

Yogyakarta memang kota yang kental akan nuansa budaya, termasuk perayaan Natalnya. Pada saat perayaan Natal, biasanya pendeta memimpin ibadah dengan memakai beskap dan blangkon serta menggunakan bahasa Jawa halus. Selain itu, ada pula pertunjukan wayang kulit bertema kelahiran kristus. Pada 25 Desember, ada juga tradisi saling mengunjungi, mirip seperti lebaran. Tak jarang, anak-anak pun pulang dengan membawa angpau sehabis mengunjungi saudara dan orang terdekatnya.

2. DKI Jakarta

Di Jakarta, terdapat Kampung Tugu, tempat bermukimnya komunitas warga keturunan Portugis. Nah, di sini terkenal tradisi unik untuk merayakan Natal yang disebutRabo-Rabo. Setelah pulang dari kebaktian, warga biasanya berziarah ke kuburan yang terletak di samping gereja, lalu dimulailah tradisiRabo-Rabo. Warga bermain musik keroncong sambil berkeliling kampung untuk mengunjungi parakeluarga. Lagu-lagu yang dimainkan tentunya tembang-tembang Natal. Setiap penghuni rumah yang habis dikunjungi wajib mengikuti rombongan sampai ke rumah yang terakhir. Puncak perayaan terdapat pada tradisimandi-mandi. Warga Kampung Tugu berkumpul di rumah keluarganya lalu mereka saling mencorat-coret muka dengan bedak putih. Ini merupakan simbol untuk membersihkan kesalahan yang lalu menjelang tahun baru.

3. Bali

Agama utama di Pulau Bali memang Hindu, tetapi bukan berarti pemeluk Kristen di Bali tidak mempunyai tradisi untuk merayakan Natal. Komunitas pemeluk Kristen di Bali mempunyai tradisi merayakan Natal dengan memakai pakaian khas daerah mereka; yaitu kebaya, selendang, kain kamen, dan destar. Warna-warna yang biasanya mereka pakai adalah hitam dan putih. Selain memakai pakaian daerah, biasanya gereja dihias dengan ornamen khas Bali yang bernamapenjor,yaitu batang bambu yang dihias dengan janur.

(Photo by Joan Anderson)

4. Sumatera Utara

Layaknya Idul Adha. Pada saat Hari raya Natal, masyarakat Batak juga berbagi kasih lewat pembagian daging hewan kurban. Tradisi menyembelih hewan ini dipercaya menggambarkan kebersamaan dan gotong royong. Masyarakat Batak di Sumatera Utara mengenal tradisiMarbindauntuk perayaan Natal. Pada tradisiMarbindaini, masyarakat menyembelih seekor hewan bersama-sama saat hari raya. Hewan yang disembelih dibeli dari hasil menabung bersama beberapa bulan sebelumnya. Jika jumlah peserta patungan banyak, masyarakat dapat membeli kerbau, tetapi kalau sedikit biasanya mereka hanya menyembelih babi. Pada saat perayaan, masyarakat melakukanmarhobas,yaitu pemotongan dan pembagian hewan hasil patungan tersebut. Tradisi Marbinda juga menjadi salah satu ruang untuk mempererat tali silaturahmi antarkelompok dan antar agama. Masyarakat saling menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan tersebut, hal ini terlihat ketika masyarakat tradisi Marbinda meminta umat muslim sebagai penyembelih hewan-hewan kurban mereka.

5. Toraja

Setiap Natal, Pemda Toraja mengadakan festival budaya dan pariwisata bernamaLovely December”. Festival ini dibuka pada awal Desember dengan pemotongan kerbau belang dan berakhir tanggal 26 Desember dengan arak-arakan yang disebutlettoan.Lovely December”terbuka untuk umum, bukan hanya untuk penganut Kristen. Tak jarang momen ini dimanfaatkan para perantau untuk pulang ke Toraja. Di festival ini, para pengunjung dapat menikmati karnaval, bazaar Natal, kontes kerbau, aneka acara adat, pentas seni, pameran kerajinan tangan, dan kuliner. Masyarakat Toraja pun menghias rumah, kantor, dan gereja.

6. Manado

Di Manado, masyarakatnya mempunyai tradisi ibadah pra-natal yang dimulai sejak 1 Desember sampai hari Natal tiba. Selama masa ini para pejabat Pemda melakukan Safari Natal, setiap harinya mereka mengikuti ibadah di setiap kecamatan yang berbeda. Pawai keliling kota pun sering diadakan warga. Banyak juga keluarga di Manado yang mempunyai tradisi menjenguk kuburan kerabatnya dan makan bersama di sana, biasanya ini dilakukan menjelang tahun baru. Pada tradisi ini, biasanya kuburan juga dibersihkan dan terkadang ditambahi lampu hiasan. Rangkaian perayaan Natal ini berakhir pada Minggu pertama Januari dengan tradisikunci taon,dalam tradisi ini warga melakukan pawai keliling dengan menggunakan kostum-kostum unik.

7. Ambon

Tak kalah ketinggalan tradisi perayaan Natal unik lainnya ada di Ambon. Natal identik dengan bunyi sirine kapal dan lonceng gereja yang dibunyikan serentak pada tengah malam 24 Desember. Momen ini juga identik dengan pertemuan keluarga besar.

8. Flores

Di Flores, Natal identik dengan ledakkan meriam bambu di nyaris semua sudut kota pada malam Natal. Anak muda di Flores biasanya begadang semalaman pada 24 Desember sambil bermain kembang api dan minummoke(sejenis minuman keras khas Flores).

9. Papua

Warga Papua mempunyai tradisibarapenatau bakar batu, yaitu sebuah ritual kuliner lokal untuk mengolah babi. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan kebahagiaan Natal. Selain itu, banyak tempat yang dihias dengan dekorasi bertemakan kelahiran Yesus, lagu-lagu Natal pun diputar selama 24 jam.

Sumber : http://www.utiket.com/id/weblog/250/sekilas_tradisi_natal_di_indonesia.html

Sumber Gambar : kubasantostefanus.blogspot.com, bayubajra.blogspot.com, vibizdaily.com, twicsy.com, www.sayangi.com, http://hmpsmunpar.com/site/keunikan-tradisi-natal-indonesia/, bali.panduanwisata.com news.loveindonesia.com

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.