The Golden General Seminar: Mengingat Sejarah, Mencintai Museum

0

56

Jakarta, 10 Juni 2014, bertempat di London School of Public Relations Kampus B, mahasiswa marketing 15 kelas 1C mengadakan acara bertajuk The Golden General: the Hero May Left, but the Story Keeps on Living. Diangkat dari tema Explore Jakarta, acara ini bertujuan untuk mengubah mindset tentang museum. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengangkat kembali peran museum yang esensial bagi kehidupan dan peradaban dunia.

Acara ini menghadirkan pembicara antara lain Amelia Ahmad Yani, putri Jenderal TNI Purn. (Alm.) Ahmad Yani sebagai perwakilan dari Museum Sasmita Loka, Rico Ceper, Asep Kambali selaku pendiri Komunitas Historia Indonesia, dan Cynthia Tidajoh, Putri Pariwisata 2010.

Pada kesempatan ini, Amelia A. Yani menceritakan tentang kisah perjuangan ayahnya memerdekakan Bangsa Indonesia. Kenangan tentang peristiwa Gerakan 30 September (G30S) yang merenggut nyawa ayahnya, ia presentasikan dalam sebuah monolog yang sangat menyentuh hati, membawa para audiens membayangkan apa yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965 di kediamannya. Rumah itulah yang kini dirawat dan dijadikan Museum Sasmita Loka berada di Jalan Lembang 58, Menteng, Jakarta Pusat.

Rico Ceper pun mengajak para audiens untuk kembali mengingat sejarah dengan pergi mengunjungi museum. Ia menceritakan pengalamannya ketika di luar negeri di mana museum sangat ramai oleh pengunjung baik tua dan muda. Berbeda sekali dengan Indonesia di mana museum sangat sepi dan bukan tempat favorit masyarakat untuk berlibur. Padahal dalam museum itulah kita bisa mengenali sejarah bangsa ini.

Sementara itu Cynthia Tidajoh, Putri Pariwisata 2010 mengatakan, museum adalah identitas. Artinya bangsa ini tidak akan maju ketika kita tidak tahu siapa identitas kita sendiri dan identitas itulah yang tercatat di museum sehingga kita harus mencintai museum dengan pergi mengunjungi dan mempelajarinya.

Yang tidak kalah penting adalah ulasan dari Asep Kambali selaku pendiri Komunitas Historia Indonesia tentang sejarah dan museum di mata bangsa Indonesia saat ini. Ia mengatakan bahwa PR bagi para pemuda Indonesia untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini bisa dimulai dengan mengenali sejarah para pahlawannya dan pergi ke museum. Sejarah adalah pijakan suatu bangsa untuk melangkah, ujar Asep Kambali. Artinya sama seperti Cynthia sampaikan sebelumnya, bahwa bangsa ini tidak akan bisa melangkah jauh kalau pijakannya saja tidak tahu di mana.

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.