Apakah di antara Tuan-Tuan yang hadir di sini tidak ada yang lebih merah (berani) Soetomo waktu Tuan-Tuan berumur 18 tahun?”. Demikian diuraikan oleh H.F Roll, Direktur Stovia yang membela Soetomo kala ia terancam dikeluarkan (drop out) oleh Stovia.

Raden Soetomo atau dr.Soetomo dikenal sebagai pribadi yang baik, cerdas dan memiliki rasa solidaritas kawan yang tinggi. Raden Soetomo (terlahir dengan nama Soebroto) lahir di Ngepeh, Nganjuk (Jawa Timur) 30 Juli 1888. Ia anak pertama dari tujuh bersaudara pasangan Raden Soewadji dan Raden Ajoe Soedarmi. Karena keberanian inilah di usianya yang masih muda ia mendirikan organisasi pemuda.

Pada 10 Januari 1903, Soetomo yang menginjak usia 15 tahun pada masa itu resmi menjadi pelajar STOVIA atau Sekolah Kedokteran Bumiputera. Semasa menjadi pelajar STOVIA, Soetomo memelopori pendirian perkumpulan modern pertama di Indonesia yang diberi nama Boedi Oetomo. Perkumpulan ini bertujuan meciptakan masyarakat yang sejahtera dengan cara memberikan pendidikan kepada seluruh anggota masyarakat. Organisasi yang didirikan bersama 8 orang temannya, menginspirasi munculnya organisasi pergerakan nasional lainnya.

Pendirian organisasi Boedi Oetomo mendapat respon positif pelajar di kota-kota lain. Cabang-cabangnya berdiri di berbagai daerah seperti Bogor, Surakarta, Yogyakarta, dan Pekalongan. Dalam waktu singkat, perkembangan dan pertambahan anggota Boedi Oetomo semakin meningkat signifikan. Hal ini membuat cemas para dosen STOVIA. Para dosen kemudian mengintimidasi Soetomo untuk segera menghentikan kegiatan Boedi Oetomo. Apabila peringatan tidak dihiraukan, maka Soetomo akan di keluarkan atau Drop Out (DO) dari STOVIA.

Sementara itu, teman-teman sesama Boedi Oetomo melakukan aksi solidaritas, siap mengundurkan diri dari STOVIA jika Soetomo dikeluarkan. Mereka melakukan aksi solidaritas tepat di depan Ruang Dosen STOVIA. Direktur Stovia, H.F. Roll membela aktivitas Boedi Oetomo di depan Dewan Guru. Ia menanyakan kepada peserta rapat Apakah di antara Tuan-Tuan yang hadir di sini tidak ada yang lebih merah (berani) Soetomo waktu Tuan-Tuan berumur 18 tahun?”. Pembelaan H.F. Roll mempengaruhi hasil rapat sehingga Soetomo tak jadi dikeluarkan. U

Untuk mengenangnya, peristiwa tersebut diabadikan dalam sebuah ruang yang disebut “Ruang Dosen STOVIA” yang kini terdapat di Museum Kebangkitan Nasional.

Sumber tulisan: Museum Kebangkitan Nasional

Categories: SejarahTokoh

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *