Serune, Keindahan Alunan Suara dari Bima

0

Ciri khas sebuah daerah terletak dari hasil cipta masyarakatnya. Di Bima, Nusa Tenggara Barat, terdapat alat musik tiup yang terbuat dari kulit sawo dan daun lontar. Adalah Serune, yang keindahan alunan suaranya didedikasikan untuk mengiringi tarian daerah agar lebih bermakna.

Serune merupakan alat musik aeronofon yang sumber suaranya  berasal dari udara. Bagian batang dan cerobong serune terbuat dari bulu dan daun lontar, sedangkan bagian batang (wata) dan cerobong (ponto) dibuat dari kayu sawo dan perak. Serune dianggap sebagai alat musik yang unik karena memiliki kekhasan terkait cara memainkannya.

Untuk memainkan serune, sebaiknya ditiup dengan napas yang tidak terputus. Inilah yang mengharuskan peniup serune dituntut untuk mengembalikan napas (samalik iyak). Aliran napas masuk melalui ela (lidah) serune yang terletak di bagian atas. Kemudian udara mengalir melewati batang serune yang terdapat tujuh lubang, yang berfungsi sebagai pengatur nada. Udara akan keluar melalui sarumung rea yang merupakan resonator serune. Selain itu, secara struktur badan, di dalam serune terdapat anak serune yang menjadi asal suara serune setelah ditiup. Dinamika not yang selalu berubah setiap detik pun menjadi tantangan sendiri saat memainkan alat musik yang satu ini.

Di Bima, ada dua jenis serune yang sering dimainkan saat pagelaran-pagelaran daerah, yakni serune losong dan serune luru. Serune losong umumnya terbuat dari batang padi, sedangkan serune bulu dari buluh bambu. Dari kedua jenis tersebut, serune luru masih banyak diproduksi hingga kini dibandingkan serune losong.

Peranan serune dalam kesenian daerah Sumbawa amatlah besar. Tidak hanya itu saja, kini alunan khas serune juga kerap mengiringi musik-musik modern. Beberapa diantaranya tercatat di album-album lagu pop Sumbawa seperti Sempu No Rela, Losong, dan Bintang Bano.

 

 

 

Selengkapnya: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/2017/11/20/serune/

Share.

About Author

Leave A Reply