Seminar Internasional Sangkulirang Natural and Cultural Haritage "First Step to the World Heritage"

0

29

Dalam rangka peringatan 100 tahun lembaga purbakala Indonesia, dari wilayah Kalimantan mengangkat potensi cagar budaya gua Karst Sangkulirang yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya untuk dijadikan warisan dunia. Sebagai tahap awal dari rencana tersebut, diadakan Seminar Internasional yang diadakan tanggal 23 – 27 September 2013 di Balikpapan, Kalimantan Timur dengan tema Kawasan Cagar Alam dan Budaya Sangkulirang : “Sebuah langkah awal menuju warisan dunia.

Pada tanggal 23 September 2013 pukul 19.00 WITA diadakan welcome party berupa jamuan makan dan pertunjukan kesenian untuk menyambut kedatangan para peserta seminar di Ballroom Hotel Le Grandeur. Dalam acara ini mengundang para narasumber yang kompetitif. Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Kepala BPCB Samarinda sekaligus sebagai ketua penyelenggara seminar ini yaitu Drs. I Made Kusumajaya M.Si. Kepala BPCB Samarinda menceritakan mengenai Sangkulirang yang berarti akan membangkitkan sejarah Kalimantan dan Sangkulirang akan menjadi cikal bakal budaya Melayu di seluruh Nusantara.

Sambutan kedua yaitu dari Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman yaitu Dr. Harry Widianto. Beliau menceritakan bahwa ide mengangkat Sangkulirang menjadi warisan dunia ini telah muncul dari Pak Made sejak satu tahun yang lalu dengan menjelaskan paparan mengenai Sangkulirang. Lalu diadakan penelitian di Sangkulirang dengan Pak Gunadi selama 2 minggu. Mendapatkan hasil yaitu di dalam Sangkulirang terdapat jejak manusia modern yang kita sebut dari Ras Mongoloid. Manusia yang mendiami goa Sangkulirang tersebut telah mendiami 2 Samudera yaitu Samudera Pasifik dan Hindia yang memperkenalkan mengenai pertanian, pembuatan gerabah dan lain-lain. Di dalam goa Sangkulirang tersebut terdapat banyak cap-cap tangan manusia yang diperkirakan sekitar 3500 tahun yang lalu.

Sambutan ketiga yaitu sambutan dari Walikota Balikpapan yang diwakili oleh Staf Ahli Pembangunan Kota Balikpapan. Beliau mejelaskan bahwa sangatlah penting untuk mengelola Budaya Sangkulirang untuk negara Indonesia. Karst Sangkulirang yang memiliki luas 1,8 hektar adalah potensi budaya jaman dahulu kala. Dalam Sangkulirang terdapat tanda-tanda kehidupan manusia purba yaitu dengan ditemukannya cap-cap tangan manusia dan penggambaran mengenai binatang. Hal ini telah diteliti sejak tahun 1999 oleh pihak Indonesia yang bekerjasama dengan negara Perancis.

Setelah itu dilanjutkan dengan pemutaran film mengenai perjalanan menuju Karst Sangkulirang dan paparan mengenai temuan dalam goa Sangkulirang tersebut dengan hasil cap-cap tangan manusia yang terletak di dinding goa. Acara welcome party ini ditutup dengan pertunjukan kesenian dari sanggar tari dinas pemuda olah raga dan pariwisata kota Balikpapan yaitu permainan alat musik serta tarian burung Kulit Kulai yang memiliki mitos dapat mengusir roh jahat.

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.