Rangkaian Peringatan Hari Raya Trisuci Waisak 2560 BE/ 2016

0

272

Magelang Waisak merupakan hari suci yang selalu diperingati oleh seluruh umat Buddha. Di India, hari Waisak disebut dengan hari Visakah Puja atau juga Buddha Purnima, di Tibet disebut hari Saga Dawa. Malaysia dan Singapura, serta Sri Lanka menyebutnya Vesak, dan Thailand menyebutnya Vesak, dan Thailand menyebutnya Visakha Bucha.

Hari raya Waisak ini diperingati umumnya jatuh pada bulan Mei, pada saat purnama sidhi atau terang bulan, untuk memperingati tiga peristiwa penting, yaitu lahirnya pangeran Siddharta pada tahun 623 SH, mencapai penerangan agung Pangeran Siddharta Buddha di tahun 588 SH, dan peristiwa wafatnya/parinibana Buddha Gautama di tahun 543 SH.

Ketiga peristiwa ini kemudian disebut dengan sitilah Trisuci Waisak. Tahun ini, perayaan Waisak jatuh pada hari Minggu, 22 Mei 2016.Perayaan hari Waisak dilangsungkan di Indonesia sesuai dengan keputusan World Fellowshift Buddhism (WFB) yang secara tradisional telah dipusatkan pada komplek Candi Borobudur, yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.

Beberapa rangkaian perayaan Hari Raya Trisuci Waisak 2560 BE/2016 yang dilaksanakan oleh umat Buddha Indonesia dan Walubi diawali dengan pengambilan air berkah yang berasal dari sumber mata air umbul Jumprit yang terletak di Kabupaten Temanggung dan pengambilan api dharma di Merapen, Purwodadi dengan disertai dengan penyalaan obor dengan menggunakan sumber api abadi Mrapen yang ada di Kabupaten Grobogan.

Menjelang hari raya Trisuci Waisak, digelar ritual pindapatta dengan memberikan dana berupa makanan pada para bhiksu/bhikkhu yang dilakukan oleh seluruh umat Buddha, degan tujuan memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat yang ingin melakukan kebajikan.

Rangkaian berikutnya menjelang Trisuci Waisak ialah melakukan sila dan samadhi pada saat bulan purnama, di detik-detik mendekati puncak Waisak. Bulan purnama ini ditentukan oleh perhitungan falak, di mana bulan purnama terjadi dan memuncak di siang hari. Tahun ini, detik-detik purnama terjadi pada pukul 04.14.06 WIB dini hari. Ini merupakan 3 hal pokok dalam upacara khusus untuk memperingati hari Trisuci Waisak, yang kemudian diikuti dengan pradaksina, prosesi, dan berbagai acara seremonial lainnya.

Hari Waisak ini juga dimanfaatkan oleh umat Buddha untuk menghormati dan merenungkan segala sifat luhur dari tiratana yaitu Buddha, Dharma, dan Sangha. Kemudian memperkuat saddha atau keyakinan yang benar berdasarkan tekad, membina paramita atau sifat baik yang berasal dari para leluhur dan mengulang kembali segala kebaikan sang Buddha.

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.