Pertunjukan Lenong Betawi Jayakarta oleh Komunitas Seni Budaya Khatulistiwa

0

99

Jakarta — Sebagai salah satu komunitas seni yang ada di Jakarta, Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) terus mengembangkan dan melestarikan kesenian yang ada di Indonesia. Komunitas seni yang berkantor di Balai Kesenian Jakarta Selatan ini tidak henti-hentinya berusaha untuk menjaga budaya asli Indonesia, khususnya di bidang seni, agar selalu lestari dan dikenal oleh khalayak luas, terutama anak muda. Sebagai bentuk keseriusan SBK untuk menjaga kesenian asli Indonesia, SBK menggelar pertunjukkan Lenong Betawi yang berjudul Jayakarta pada 13 Maret 2015 yang lalu.

Teguh Hari Santoso, selaku Ketua Seni Budaya Khatulistiwa dalam kata sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung Lenong Betawi Jayakarta dan menyampaikan bahwa SBK merupakan komunitas seni daerah Indonesia yang selalu berusaha untuk melestarikan seni budaya asli Indonesia.

Selain Teguh Hari Santoso, Direktur Museum TMII, yang diwakili oleh Jualita, juga menyampaikan ajakan kepada anak muda untuk berperan serta dalam usaha pelestarian seni budaya Indonesia. Beliau juga mengatakan bahwa pada tahun ini TMII menjadwalkan pertunjukan teater Tradisi Nusantara yang diselenggarakan setiap hari Jumat. Teater ini diisi oleh berbagai komunitas seni di Indonesia, khususnya Jakarta. Kegiatan Teater Tradisi Nusantara ini diharapkan akan menjadi sarana untuk melestarikan budaya Indonesia serta menjadi wadah pembentukan kaderisasi pemuda pecinta seni di Indonesia.

salah satu penampilan tari daerah Betawi dalam Lenng Jayakarta

(Salah satu penampilan tari daerah Betawi dalam Lenong Jayakarta)

para pemain Lenong Betawi

(Para pemain Lenong Betawi Jayakarta)

Pertunjukkan Lenong Betawi Jayakarta ini menceritakan tentang sejarah Ibukota Jakarta, khusunya sejarah pembentukan nama salah satu daerah di Jakarta, Jatinegara. Pemberian nama Jatinegara trsebut diberikan oleh Ahmad Jaketra, anak dari Adipati Jayakarta ke-3.

Lenong Betawi Jayakarta yang dipentaskan di Gedung Sasono Langen Budoyo ini merupakan karya sutradara Udin Kacrit. Dalam lenong ini, Udin Kacrit mencoba mengkolaborasikan dua konsep lenong, yaitu Lenong Preman dan Lenong Denes (Dinas). Pagelaran lenong ini dimainkan oleh anak-anak komunitas Seni Budaya Khatulistiwa dan dibantu dengan beberapa seniman Betawi yang terkenal seperti Aziz Gagap, H.Nori atau Mpok Nori, Jaya Noin, dan juga Rianto AR yang dalam teater ini berperan sebagai Ahmad Jaketra. Udin Kacrit berharap agar pertunjukan lenong Betawi ini dapat menjadi agenda tahunan dari Komunitas Seni Budaya Khatulistiwa.

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.