Pemugaran Candi, Bagaimana Langkah-Langkahnya?

0

Salah satu jenis pelestarian cagar budaya adalah pemugaran. Pemugaran ialah kegiatan untuk mengembalikan kondisi fisik cagar budaya  sesuai dengan keaslian bentuk, bahan, tata letak, dan/atau tehnik pengerjaannya untuk memperpanjang usianya. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah telah melakukan kegiatan pemugaran pada cagar budaya khususnya candi. Bagaimana langkah-langkah pemugaran bangunan candi, dalam tulisan ini akan diuraikan secara ringkas dengan mengambil contoh pemugaran Candi Merak yang dilaksanakan tahun 2011.

Candi Merak secara administratif terletak di Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.  Candi tersebut berdiri di atas tanah seluas 2000 m² yang telah dipagar dengan kawat berduri. Candi Merak merupakan Candi berlatarbelakang agama Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad VIII – IX Masehi. Ciri-ciri arsitektur bangunannya menunjukkan bahwa candi ini merupakan candi yang dibangun oleh kerajaan Mataram Kuna seperti halnya candi Sewu, Prambanan dan Candi Plaosan. Candi Merak telah mulai dilakukan pemugaran pada tahun 2007 dan 2010. Pada Tahun 2011 dilakukan pemugaran lanjutan pada bagian atap dan gapura. Berikut adalah tahapan-tahapannya.

  1. Penelitian Arkeologi

Candi Merak merupakan bangunan peribadatan berlatar belakang agama Hindu yang dibangun sekitar abad VIII – IX Masehi. Candi Merak bukan merupakan satu bangunan tunggal melainkan terdiri atas beberapa bangunan. Selain candi induk juga diperoleh data adanya reruntuhan beberapa candi perwara di depan candi induk dan pada penelitian selanjutnya didapatkan data struktur bangunan di sebelah selatan candi induk. Tepat di sisi barat bangunan candi induk terdapat reruntuhan bangunan gapura. Untuk pagar keliling bangunan dan bangunan gapura di depan candi saat ini belum ditemukan jejaknya. Untuk itu masih diperlukan kajian penelitian lebih lanjut dalam upaya penelusuran data kekunaan di Candi Merak.Ikonografi yang terdapat di Candi Merak tentunya hampir sama dengan komponen bangunan peribadatan berlatar belakang agama Hindu. Pada bilik tengah terdapat Yoni sebagai manisfestasi Siva. Sedangkan di relung selatan terdapat arca Agastya, sisi timur Ganesa dan sisi utara Durga. Selain itu terdapat arca – arca lepas di sekitar halaman Candi Merak seperti Nandi dan dewa – dewa lokapala dalam pantheon agama Hindu. Menjelang pemugaran lanjutan pada tahap ini dimulai pada bagian atap Candi Merak. Bagian atap candi berkemuncak ratna ini batu batunya telah dilakukan susunan percobaan di halaman Candi Merak untuk kemudian dilakukan reposisi sehingga dalam pemugaran ini candi induk Merak dapat terselesaikan.

  1. Pekerjaan Persiapan Pemugaran

Pekerjaan persiapan pemugaran meliputi kegiatan pembersihan lingkungan candi dari kotoran sampah dan batu-batu lepas serta pengadaan sarana dan prasarana pemugaran (bahan dan alat pemugaran).

  1. Penggambaran dan Pengukuran

Kegiatan penggambaran dalam kaitan pemugaran Candi Induk Merak meliputi beberapa hal sebagai berikut :

  • Sket gambar denah candi induk.
  • Sket gambar candi  induk tampak selatan, barat, utara, dan timur.
  • Gambar potongan candi induk utara – selatan dan barat – timur.
  • Sket gambar tampak atas candi induk.
  • Sket gambar denah perancah
  1. Pemasangan Perancah

Perancah digunakan untuk mempermudah pekerjaan dalam reposisi batu ke bagian komponen candi. Bahan untuk pembuatan perancah adalah bambu petung, kayu balok dan papan kayu.  Adapun volume perancah sebagai berikut :

Pemasangan Perancah      : 12,6 m³

  • Kayu ukuran 8/12/400 : 72 btg
  • Kayu ukuran 3/20/400 : 100 btg
  • Bambu petung : 60 btg
  1. Pembongkaran Susunan Percobaan

Pemugaran pada tahap ini adalah melanjutkan kegiatan pemugaran sebelumnya. Adapun sasarannya adalah komponen bagian atap candi induk Merak. Bagian atap candi induk Merak telah dilakukan susunan percobaan yang ditempatkan di halaman Candi Merak. Selanjutnya susunan percobaan tersebut direposisi untuk dikembalikan seperti aslinya dalam hal ini komponen atap Candi Merak. Metode pembongkaran susunan percobaan pertama kali dilakukan registrasi terlebih dahulu dengan tanda nomor dan gambar supaya memudahkan dalam pemasangan kembali. Selanjutnya batu dibongkar per lapis dan dibersihkan dari kotoran tanah, lumut, jamur dan lichen dengan menggunakan metode konservasi manual (sikat dan air). Sedangkan untuk pembersihan jamur menggunakan bahan kimia AC 322. Volume pembongkaran mencapi 28 m².

  1. Pembetonan

Pembetonan dilakukan untuk memperkuat struktur bangunan candi. Pekerjaan pembetonan ring balk pada pertemuan tubuh dan atap candi menggunakan besi beton Ø 10 mm dengan jarak begel 12 cm. Volume pekerjaan pembetonan 0,4 m³.

  1. Rebuilding

Rebuilding atau pemasangan kembali komponen batu candi dimulai pada atap I lapis ke 33. Adapun batu yang dipasang kembali meliputi batu kulit luar, batu kulit bagian sungkup dan batu isian.Untuk komponen batu candi yang tidak ditemukan kembali diganti dengan batu baru. Bahan batu digunakan batu andesit yang kualitasnya sama dengan komponen batu lama. Volume pembuatan batu baru Batu kulit  ukuran 28/35/50 sejumlah 450 bh dan batu isian ukuran 28/30/40 sejumlah 80 bh. Metode rebuilding batu untuk bagian belakang batu kulit dioles dengan plingkut yang berfungsi sebagai lapisan kedap air. Sambungan antar batu kulit dipasang hak dari besi beton ulir Ø 12 mm sebagai perkuatan. Sedangkan antar batu isian diberi spesi hidrolix murtar dengan perbandingan 1 kapur : 1 semen : 2 pasir. Pemasangan kembali telah mencapai volume 100 %.

  1. Konservasi Batu

Konservasi dapat didefinisikan sebagai usaha untuk menghambat atau melindungi bangunan dari pengaruh penyebab kerusakan lebih lanjut sehingga dapat memperpanjang usia bangunan. Bidang konservasi mempunyai tugas yang penting dalam pemugaran bangunan cagar budaya yaitu sejak sebelum pemugaran, pelaksanaan pemugaran dan setelah pemugaran selesai. Kegiatan kerja konservasi selama pemugaran Candi Merak meliputi pembersihan batu (cleaning), penambalan batu (kamuflase) dan penyambungan batu.Pembersihan batu (cleaning) dilakukan secara manual dan kimiawi. Pembersihan secara manual menggunakan sikat ijuk dan air untuk menghilangkan lumut dan kotoran lainnya. Sedangkan pembersihan secara kimiawi menggunakan bahan AC 322 dengan cara dioles menggunakan kuas. Setelah 24 jam dibersihkan menggunakan air dan disikat dengan sikat plastik.Untuk penambalan batu kulit yang pecah atau retak dilakukan dengan teknik kamuflase menggunakan perekat lem Sikadur 31. Sedangkan untuk penyambungan batu kulit yang patah disambung dengan angkur besi selain bahan semen dan Sikadur 31. Konservasi batu pada pemugaran tahap ini telah selesai 100 %.

  1. Finishing

Finishing dilakukan untuk pahatan batu kulit baru yang terpasang pada bagian komponen bangunan Candi Merak.

  1. Pencarian Batu

Selama proses pemugaran Candi Induk Merak, kegiatan pencarian komponen batu tetap berlanjut. Kegiatan pencarian batu difokuskan pada komponen batu bagian atap sampai puncak. Hasil pencarian batu telah menemukan komponen batu candi bagian ratna sejumlah 24 blok batu, bagian tubuh atap I sejumlah 12 blok batu dan bagian atap II sejumlah 5 blok batu.

  1. Penataan Batu Lepas

Di halaman Candi Merak masih banyak terdapat komponen batu candi yang belum tertata. Untuk itu dalam kegiatan pemugaran ini juga dilakukan kegiatan penataan komponen batu untuk dikumpulkan jadi satu di halaman sebelah timur.

  1. Pembongkaran Perancah

Pembongkaran perancah dilaksanakan setelah kegiatan pemugaran terhadap Candi Induk Merak selesai.

  1.  Konsolidasi Gapura

Di sebelah barat Candi Induk Merak terdapat struktur bangunan gapura. Pada pemugaran kali ini gapura tersebut dilakukan tindakan konsolidasi untuk pelestariannya dengan volume 3 m³.

  1. Tes Pit

Tes Pit dalam hal ini adalah melakukan penelitian kandungan arkeologis melalui penggalian tanah untuk menampakkan gejala peninggalan arkeologis dalam hal ini mencari pagar halaman Candi Merak. Tes Pit dilaksanakan 20 m di sebelah timur bangunan induk Candi Merak. Dari hasil tes pit tersebut tidak ditemukan adanya gejala tinggalan arkeologis.

 

SUMBER: BPCB Jateng

Share.

About Author

Leave A Reply