MUSEUM KEPRESIDENAN BALAI KIRTI

0

84

Patung keenam Presiden Republik Indonesia yang terletak di Galeri Kebangsaan

Selama ini Istana Bogor telah menjadi saksi sejarah dari berlangsungnya berbagai kegiatan para Presiden RI, juga berbagai acara kenegaraan sejak dari masa-masa awal kemerdekaan sampai dewasa ini. Komplek Istana Bogor dengan demikian merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Di sisi lain, sejak masa kepemimpinan Presiden RI pertama sampai dengan Presiden RI ke-enam telah banyak kegiatan dan peristiwa bersejarah yang terjadi dalam komplek ini sebagai bagian dari tonggak- tonggak perjalanan sejarah bangsa. Kegiatan dan peristiwa bersejarah tersebut telah meninggalkan bekas dalam bentuk benda bersejarah berupa foto, buku, lukisan, benda seni, catatan, dan lainnya. Dibalik berbagai tinggalan bersejarah tersebut terdapat beragam informasi penting yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengisi kemerdekaan dan memajukan bangsa Indonesia. Atas dasar itulah maka dibangun museum yang akan menyajikan berbagai tinggalan bersejarah dan informasi penting terkait dengan enam presiden yang pernah memimpin bangsa Indonesia.

Pembangunan Museum Kepresidenan Balai Kirti yang berlokasi di kawasan Istana Presiden di Bogor merupakan ide atau gagasan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2012. Di tempat ini akan disajikan karya dan prestasi Presiden RI pertama s.d. ke-enam dalam upaya membangun bangsa Indonesia. Balai berarti gedung, rumah atau kantor, sedangkan Kirti mengandung berbagai arti, yakni: amal utama atau tindakan yang membawa kemasyhuran. Balai Kirti berarti bangunan yang menyimpan dan memamerkan berbagai benda bersejarah peninggalan perjalanan sejarah kepemimpinan para Presiden RI. Dengan demikian pendirian museum ini bertujuan untuk menjadi rujukan historis dan inspirasi bagi generasi sekarang dan yang akan datang dalam membangun bangsa Indonesia.

Pembangunan Museum Kepresidenan Balai Kirti dengan luas total sekitar 3.211, 6 m2 ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat. Untuk bangunan Balai Kirti dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum yang diawali dengan sayembara rancang bangun pada tahun 2012 dan dilanjutkan dengan pekerjaan fisik pada tahun 2013 dan 2014. Berkaitan dengan isi museumnya mulai dari storyline, tata pamer, koleksi, film dokumenter, buku sejarah kepresidenan, fasilitas IT dan perpustakaan dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2012 s.d. 2014. Untuk kelengkapan koleksi buku perpustakaan dilakukan oleh Perpustakaan Nasional, sedangkan untuk informasi peta digital dibantu oleh Badan Informasi Geospasial. Sementara itu Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif membuatkan ruang artshop yang akan membantu pengunjung atau masyarakat untuk mendapatkan cinderamata. Pembangunan Museum Kepresidenan Balai Kirti juga didukung oleh tenaga-tenaga profesional di berbagai bidang, seperti bidang arsitektur, sejarahwan, museolog, ahli IT, desainer, dan seniman.

Museum Kepresidenan Balai Kirti ini terdiri dari 3 lantai , lantai pertama adalah Galeri Kebangsaan, lantai kedua Galeri Kepresidenan, dan lantai ketiga berupa taman terbuka. Di Galeri Kebangsaan . Pada Galeri Kebangsaan terdapat patung Garuda, tulisan-tulisan Proklamasi, Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945, Sumpah Pemuda dan Lagu Indonesia Raya. Selain itu terdapat pula Peta Digital yang menggambarkan perkembangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari mulai presiden pertama sampai dengan ke-enam. Di bagian belakang Galeri Kebangsaan enam patung presiden yang berdiri di tengah-tengah kolam. Sedangkan di bagian tengah ruangan terdapat ruang audio visual yang menyajikan berbagai film terkait dengan peristiwa bersejarah berkenaan dengan enam Presiden Republik Indonesia. Di lantai satu ini terdapat juga artwork yang menggambarkan figur ke-enam presiden.

Untuk menuju ke lantai dua atau Galeri Kepresidenan dapat menggunakan elevator, lift atau tangga biasa. Di lantai dua ini terdapat ruang pameran berbagai koleksi dan informasi penting terkait dengan prestasi enam Presiden Republik Indonesia, mulai dari Sukarno, Soeharto, BJ.Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Sukarno, tokoh pergerakan nasional dan proklamator kemerdekaan Republik Indonesia. Presiden Sukarno adalah pencipta Pancasila yang menjadi dasar bagi terbentuknya kepribadian bangsa. Soeharto, The Smiling General, dengan latar belakang kehidupan petani. Beliau mewarnai Indonesia dengan pembangunan di segala bidang terutama pembangunan pertanian dan infrastuktur. Semuanya itu dilakukan dengan memantapkan stabilitas nasional. B.J. Habibie, presiden yang menerbangkan Indonesia dengan teknologinya. Beliaulah pembuka kembali gerbang demokrasi di Indonesia. Presiden yang mengawali reformasi dengan penegakan terhadap hukum dan HAM, otonomi daerah, pisahnya Bank Indonesia dari kabinet, dan membebaskan pembentukan partai-partai. Abdurrahman Wahid, yang akrab dipanggil Gus dur, merupakan presiden Indonesia dengan latar belakang pesantren, sangat demokratis dan pluralis. Beliau presiden yang menjaga keragaman di Indonesia dengan mengutamakan dialog. Megawati Soekarnoputri , wanita presiden pertama di Indonesia ini meneguhkan kembali NKRI sebagai harga mati dalam strategi geopolitik nasional sesuai cita-cita para pendiri bangsa. Di era Megawatilah Komisi Pemberantasan Korupsi dibentuk. Susilo Bambang Yudhoyono, jenderal yang namanya sering disingkat SBY, pada masa jabatannya mampu menciptakan stabilitas politik dan ekonomi di dalam negeri dan membawa Indonesia ke dalam tataran politik global.

Berbagai mermorabilia ke-enam presiden tersebut disajikan dengan menarik. Seluruh informasi dan koleksi tersebut tidak hanya disajikan secara konvensional tetapi juga menggunakan berbagai media teknologi sehingga memudahkan pengunjung untuk mengakses informasi, seperti dalam bentuk touchscreen dan videowall. Di penghujung ruang pamer terdapat satu ruang kontemporer yang menyajikan lukisan karya pelukis ternama Jeihan dan sarana berfoto ria para pengunjung. Di lantai dua juga terdapat Perpustakaan Kepresidenan yang menyajikan berbagai koleksi buku karya presiden, buku-buku koleksi para presiden, dan berbagai buku yang terkait dengan para presiden.

Ruang perpustakaan tertata apik dengan mebeuler elegan dan dihiasi berbagai lukisan dan artwork yang unik dan menarik. Sementara itu di lantai tiga terdapat taman terbuka yang menyajikan berbagai tanaman tropis, sehingga para pengunjung dapat istirahat sambil menikmati pemandangan lingkungan kawasan Istana Presiden Bogor.

Sejak diresmikan pada tanggal 19 Oktober 2014 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Museum Kepresiden Balai Kirti sejak bulan November 2014 sudah terbuka untuk melayani kunjungan masyarakat. Mengingat museum ini terletak di kawasan Istana Presiden Bogor, maka prosedur ijin kunjungannya disesuaikan dengan prosedur memasuki Kawasan Istana Presiden Bogor . (yudi, dari berbagai sumber)

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.