Menteri Kebudayaan Se-ASEAN Bicarakan Strategi Pembangunan Kebudayaan

0

46

Pertemuan dua tahun sekali para menteri yang mebidangi kebudayaan se-ASEAN kembali diadakan untuk yang keenam kalinya. Pertemuan ke-6 Menteri ASEAN di bidang Kebudayaan (the 6th Meeting of ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts/AMCA) ini diadakan di Hue, Vietnam pada tanggal 19-20 April 2014. Kota Hue merupakan kota tua di Vietnam yang dulunya merupakan Ibu Kota sebelum pindah ke Hanoi. Sebagai kota tua, Hue telah mendapatkan predikat sebagai World Cultural Heritage City dari UNESCO karena di kota ini masih banyak bangunan tua yang masih kokoh berdiri peninggalan dari sejarah dinasti-dinasti dahulu di Vietnam. Selain memiliki banyak situs budaya, dan pemandangan yang indah, banyak para wisatawan dari penjuru dunia datang ke Hue dengan alasan untuk menghadiri sebuah acara kebudayaan yang terkenal yaitu Hue Festival yang diselenggarakan tiap 2 tahun sekali.

Selain untuk meningkatkan kerja sama di bidang kebudayaan, pertemuan ini mendiskusikan tentang bagaimana peran budaya dalam hal pembangunan yang berkelanjutan, mendorong industri kreatif yang berbasis budaya, serta kesiapan dalam menyongsong Komunitas ASEAN tahun 2015 dengan cara penguatan Pilar ASEAN di bidang Sosial dan Kebudayaan.

Hadir dari Indonesia dalam pertemuan AMCA tersebut, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryati, sebagai Ketua Delegasi Indonesia. Wamenbud didampingi oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Marijan, sebagai Ketua Delegasi Indonesia pada Pertemuan ke-9 Pejabat Senior di bidang Kebudayaan Negara-Negara Anggota ASEAN (the 9th Meeting of the Senior Officials Responsible for Culture and Arts (SOMCA) yang dihadiri para Pejabat Setingkat Eselon I. Pertemuan SOMCA dilaksanakan pada tanggal 17-18 April 2014. Selain dari dua pertemuan tersebut negara-negara ASEAN juga mengadakan pertemuan dengan negara-negara Mitra Dialog yaitu Jepang, Republik Korea, dan Tiongkok di dalam kerangka ASEAN+3.

Indonesia menekankan bahwa kebudayaan ke depan berperan sangat strategis sebagai pendulum penentu arah kemajuan suatu bangsa sebagai mana yang termaktub di dalam Bali Promise yang dideklarasikan pada saat World Culture Forum (WCF) tahun 2013 di Bali. Wamenbud menyampaikan di dalam salah satu sambutannya bahwa WCF ke-2 akan dilaksanakan pada tahun 2015 di Bali.

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.