Mencari Batu Dengan Mata Batin

0

Ketika ditanya bagaimana Rabiman, seorang pencari batu, dapat menemukan batu-batu candi dirinya tampak kebingungan dan harus berpikir keras untuk menjawab pertanyaan ini. Menurut nya seorang pencari batu yang sudah berpengalaman, cukup mengandalkan perasaan saja untuk mengetahui apakah batu itu cocok atau tidak. Tentu saja dia akan menggunakan caranya untuk mencocokkan batu-batu candi yang memiliki karakter khas. Jika bukan batu pasangannya dia tidak akan dapat digabungkan secara presisi ungkap dia. Jadi Rabiman tidak akan kuatir ia salah menyatukan batu.

Dalam mencari batu dia belajar dari seniornya yaitu Mbah Atmo Jino. Menurut Mbah Atmo Jino dalam memasangkan atau memadukan batu harus memperhatikan pen (sistem kuncian) batu karena pen batu dibuat pas. Pen yang longgar pasti bukan pasangannya. Nasehat dan kiat dari senior ini selalu diterapkan oleh Rabiman hingga sekarang dalam menyetel batu-batu candi. Selain memperhatikan pen, Rabiman juga memperhatikan tanda-tanda batu atau kode batu misalnya – dan +.

Selain mengamati jenis pen dan tanda batu, ia juga mampu mengetahui penyebab kerusakan yang terjadi pada batu. Untuk menandai apakah batu itu dirusak atau benar-benar memang mengalami kerusakan karena alam/runtuh antara lain dilihat dari jenis kerusakan batu. Biasanya batu yang rusak karena tekanan/tertimpa batu lain akan patah, sedangkan batu yang dirusak biasanya mengalami luka atau cowel.

Dalam pencaharian batu biasannya batu polos lebih sulit dalam penyetelan daripada batu berornamen. Umumnya batu polos tidak memiliki ciri lain selain pen dan tanda batu, sedangkan batu berornamen, selain pen dan tanda batu bisa dilihat dari alur kembangan dan reliefnya. Selain itu dalam memadukan batu harus memperhatikan kemiringan dan cembung/cekungnya susunan batu. Setelah diamati kemiringan dan kecembungan/kecekungan maka batu itu baru dipadukan dengan memperhatikan bagian atasnya, bawah, dan bagian pennya, apakah bentuknya sesuai, jika sesuai masih harus dilihat apakah susunan itu sudah waterpass maka baru dapat dibuktikan bahwa hasil penyetelan batu tersebut benar.

Sumber:

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/mencari-batu-dengan-mata-batin/

Share.

About Author

Leave A Reply