Leipzig Book Fair Dimulai, Indonesia Tunjukkan Eksistensi Industri Buku

0

97

Jerman, Kemendikbud —Sebagai Guest of Honour atau Tamu Kehormatan Frankfurt Book Fair 2015, Indonesia diharuskan mengikuti Leipzig Book Fair untuk memperkenalkan diri. Di Leipzig Book Fair inilah titik awal Indonesia unjuk gigi akan eksistensinya dalam industri perbukuan.

Leipzig Book Fair di Kota Leipzig, Jerman, dimulai hari ini, Kamis (12/03/2015). Pameran buku terbesar kedua di Jerman ini akan berlangsung selama empat hari, hingga 15 Maret 2015. Di sini Indonesia menempati sebuah stand yang memamerkan sekitar 150 buku. Beberapa di antaranya sudah dibeli hak penerbitannya oleh penerbit Jerman dan diterbitkan dalam bahasa Jerman.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan Jerman, Agus Rubiyanto mengatakan, Leipzig merupakan tempat yang sangat bersejarah bagi literatur Jerman dan Indonesia. Raden Saleh, seorang penulis ternama Indonesia adalah mahasiswa modern pertama di Jerman yang sampai sekarang dihargai masyarakat Jerman.
“Raden Saleh itu diaspora pertama di Jerman,” ujarnya di lokasi Leipzig Book Fair, Jerman, Kamis (12/03/2015).
Leipzig Book Fair juga akan menjadi tempat transaksi pembelian hak penerbitan oleh penerbit Jerman yang tertarik dengan buku dan karya sastra Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan penduduk sekitar 250 juta orang merupakan pasar industri buku yang sangat besar.
Berdasarkan data yang dimiliki Komite Buku dan Penerjemahan Program Guest of Honour Frankfurt Book Fair, Indonesia memiliki sekitar 1.400 penerbit. Setiap tahun Indonesia mencetak sebanyak 72 juta buku. Terakhir pada tahun 2014 lalu, judul buku yang terbit mencapai 32.000 judul. 50 persen di antaranya sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris, Arab, Cina, Korea dan Jepang. Pembelian hak penerbitan buku Indonesia mencapai nilai Rp2 milyar dengan nilai penjualan buku mencapai Rp10 milyar. Data tersebut menunjukkan eksistensi industri buku di Indonesia.
Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.