Konferensi Pers "Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa, dari Raden Saleh hingga Kini"

0

88

Jakarta. Galeri Nasional Indonesia menggelar Konferensi Pers Pameran Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa, dari Raden Saleh hingga Kini bertempat di Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta Pusat.

Pameran Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa, dari Raden Saleh hingga Kini merupakan lanjutan dari pameran seni Raden Saleh dan Awal Seni Lukis Modern Indonesia yang diselenggarakan pada 2012. Pada pameran kali ini yang akan diadakan pada 6 Februari8 Maret 2015 mendatang, menjadi pameran monografi perdana dari karya sang pelukis Raden Saleh di tanah airnya, dengan menghadirkan lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro yang telah direstorasi.

Aku Diponegoro akan dikuratori oleh Dr. Werner Kraus, Jim Supangkat, dan Dr. Peter Carey. Pameran akan terbagi menjadi tiga bagian yang mewakili pendekatan yang berbeda terhadap Diponegoro, yaitu:

  • Bagian Pertama

Diponegoro di Mulut Sejarah Seni Indonesia: Pembentukan Seorang Pahlawan, memusatkan perhatian pada karya seni Indonesia yang memiliki topik Diponegoro.

  • Bagian Kedua

Diponegoro, Raden Saleh dan Sejarah di Mata Seniman Indonesia, memberi kesempatan bagi sejumlah seniman Indonesia kontemporer seperti Srihadi Soedarsono, Heri Dono, dan rekan-rekan untuk menyajikan pendekatan kontemporer atas figur Diponegoro.

  • Bagian Ketiga

Sisi Lain Diponegoro, berfokus pada barang-barang yang berhubungan dengan Diponegoro.

Serangkaian acara akan turut memperkaya pameran, seperti diskusi panel dan lokakarya, pelatihan singkat konservasi lukisan, pameran paralel Pangeran Diponegoro dalam Perspektif Belanda sejak 1800 Hingga Kini di Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis. Pameran Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa, dari Raden Saleh hingga Kini terselenggara berkat kerja sama Galeri Nasional Indonesia dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Goethe-Institut Indonesia, Kedutaan Besar Jerman di Indonesia, Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Erasmus Huis, Djarum Foundation, Yayasan Taut Seni, Galeri Foto Jurnalistik Antara, dan Universitas Paramadina.

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.