Kebudayaan Indonesia

Memuji dan Bersyukur melalui Tari Sekar Pudyastuti

_MG_0037_1470381703.JPG

Rujak nangka rujake para sarjana, aja ngaya dimen lestari widhadha

(Rujak nangka rujaknya para sarjana, jangan berebihan jika ingin hidup lestari dan selamat)

Kutipan di atas merupakan salah satu parikan1 dalam tari Sekar Pudyastuti yang ditampilkan dalam pembukaan Lawatan Sejarah Nasional 2016. Tarian tersebut merupakan salah satu tari klasik yang berasal dari Yogyakarta. Seperti kutipan di atas, tarian ini sarat akan rasa syukur terhadap Tuhan. Gerak lemah lembut, tenang dan anggun merupakan salah satu bentuk pujian dan syukur untuk Sang Maha Pencipta.

Penamaan “Sekar Pudyastuti” tentu memiliki arti tersendiri. Secara etimologi, sekar artinya bunga dan Pudyastuti berarti memuja dan memuji. Dalam budaya Jawa, konteks sekar juga dapat digambarkan sebagai seorang gadis yang beranjak dewasa. Oleh karena itu, tari ini biasa dibawakan oleh sekelompok gadis. Tarian ini sering ditampilkan untuk menyambut tamu dan ditarikan dengan diiringi gending Ladrang Mugi Rahayu.

Lirik dalam Ladrang Mugi Rahayu biasanya mengandung puji-pujian terhadap Tuhan. Jika dilihat dari asal katanya, Mugi artinya muga atau semoga dan Rahayu artinya slamet, begja, luput ing kacilakan utawi kasangsaran. Sehingga Mugi Rahayu dapat diartikan sebagai pengharapan agar senantiasa selamat sentaosa.

Selain Ladrang Mugi Rahayu, Ladrang Sri Katon juga turut mengiringi gerak luwes dalam tari Sekar Pudyastuti. Gending ini mengandung makna kebahagiaan dan kehidupan cemerlang manusia.

Dua gending pengiring tari Sekar Pudyastuti tersebut sangat mendukung penggambaran makna dan ajarannya. Melalui tarian ini, kita diajak untuk senantiasa bersyukur, memuji, dan berdoa. Hal tersebut harus dilakukan manusia agar senantiasa selamat dan bahagia.  

(Sulistiani)

 

1 Parikan adalah salah satu jenis puisi Jawa yang terdiri dari sampiran dan isi. Parikan bisa juga disebut sebagai pantun Jawa.

 

Sumber:

1. http://jogjanews.com/perayaan-45-tahun-swagayugama-kokoh-menjadi-pondasi-pelestarian-budaya-jawa-gaya-yogyakarta
2. SKRIPSI Yuni Her Utami, NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM CAKEPAN GENDING-GENDING, 2013 UNY


Galeri Gambar



Budaya Terkait