Kebudayaan Indonesia

Tari Baris Upacara sebagai Tari Keagamaan dan Kepahlawanan

_MG_0114_1465885015.JPG

Tari Baris Upacara atau yang biasa dikenal dengan Tari Baris merupakan salah satu jenis tari yang berfungsi sebagai sarana upacara keagamaan di Bali. Tari ini digunakan sebagai persembahan untuk Dewa Yadnya. Dewa Yadnya adalah suatu persembahan tulus ikhlas kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Fungsi ritual lainnya dalam Tari Baris yaitu untuk menunjukkan kematangan seseorang dalam memainkan alat perang.

Sejarah Tari Baris Upacara menurut Babad Bali, bermula ketika Bhatara Indra menyerang Mayadenawa. Mayadenawa adalah seorang Raja Bali Aga yang angkuh, kikir, tamak dan angkara murka. Ia kemudian tewas dalam peperangan. Menurut kebanyakan orang, ketika ada pertunjukkan Tari Baris, para dewa ikut menari dengan gayanya masing-masing.

Selain sebagai sarana upacara, Tari Baris juga berfungsi sebagai tari kepahlawanan. Hal tersebut dapat dilihat dari sejarah, bentuk koreografi maupun properti yang digunakan oleh penari. ‘Baris’ diduga dari kata bebarisan tentara yang disiapkan untuk maju berperang pada zaman dahulu. Keseimbangan dan kestabilan langkah-langkah saat berbaris sangat diutamakan dalam tarian ini. Tarian ini menggunakan iringan musik gamelan Gong Gede atau gamelan sejenis.

Pada umumnya, Tari Baris tidak memiliki lakon atau cerita. Adapun jenis tari Baris Upacara diantaranya, Baris Ketekok Jago, Baris Dadap, Baris Presi, Baris Gede, Baris Braja dan masih banyak lagi. Nama-nama tarian tersebut disesuaikan oleh senjata atau busana yang digunakan penari. (Sulistiani)

Sumber:

Sedyawati, Edi., Yulianti Parani. 1995. Ensiklopedi Tari Indonesia. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Kegiatan Penyerahan Sertifikat Tari Bali sebagai WBTB UNESCO


Galeri Gambar



Budaya Terkait