Kebudayaan Indonesia

Tiga Candi di Sekitar Dukun

 Jawa Tengah memiliki banyak candi, sekitar 49 candi sudah terdaftar sebagai benda cagar budaya tingkat nasional.  Terdapat dua candi yang ikonik di provinsi ini yakni Borobudur dan Prambanan.  Prambanan berada di Kabupaten Klaten, sedangkan Borobudur terdapat di Kabupaten Magelang. Selain Borobudur, Kabupaten Magelang memiliki beberapa candi lainnya, dan tersebar di beberapa titik. Salah satunya berada di Dukun.

Candi Asu

Candi Asu

 

Dukun merupakan nama kecamatan yang berada di Kabupaten Magelang, letaknya berada di Lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Pada kecamatan ini terdapat tiga candi, yakni candi Asu, Candi Pendem dan Candi Lumbung Sengi, terakhir sebenarnya diluar kecamatan Dukun, namun jaraknya sangat dekat dengan kecamatan ini.

Candi Asu merupakan candi peninggalan Hindu, kurang lebih dibuat sekitar abad ke 9-10 Masehi. Penamaan Candi Asu dikarenakan bentuk arca Nandi yang sudah aus terlihat seperti anjing (Asu) namun ada yang percaya bahwa penamaan candi asu berasal dari kata Aso (Ngaso) yang bermakna istirahat (Karena umumnya arca Nandi selalu duduk seperti beristirahat).  

Candi Asu memiliki sedikit ornamen, dan ada beberapa yang sepertinya belum selesai. Contohnya bagian antefiks beberapa panil dan bagian makara. Ornamen yang dapat terlihat hanya ornamen berbentuk suluran atau biasa disebut dengan istilah “kertas tempel”. Sayangnya candi ini tidak utuh, hanya 70% yang tersisa.

Candi Pendem

Sekitar beberapa ratus meter dari candi Asu, terdapat Candi Pendem. Candi ini terletak sekitar dua meter di bawah permukaan tanah sekelilingnya, oleh karena itu disebut Candi Pendem (Tertanam). Candi ini memiliki kondisi yang hampir sama dengan Candi Asu, yakni bagian atap dan badannya yang tidak utuh. Makara yang terbentuk pada sisi ujung tangga candi masih bisa dikatakan utuh dan sudah jadi, berbeda dengan candi Asu yang makaranya belum jadi. Pada candi ini Antefiksnya sudah jadi, dan memiliki ukiran relief di panel yang berupa hiasan suluran yang keluar dari jambangan, dan beberapa relief gana dan burung. Uniknya candi ini pada kaki candinya terdapat beberapa bagian yang dijadikan sebagai permainan dakon.

Candi Lumbung Sengi

Sekitar satu kilometer  dari Candi Asu dan Candi Pendem, terdapat candi yang lebih besar dari candi Asu, bernama Candi Lumbung Sengi. Awal ditemukannya candi ini berada di sekitar jalur lahar dingin merapi, di sekitar tebing setinggi tujuh meter. Oleh karena itu candi tersebut dipindahkan di tempat yang lebih aman sekitar 200 meter dari lokasi penemuan. Candi ini memiliki makara yang dibawahnya terdapat balok kubus dengan ornamen piala, namun hanya satu makara saja yang tersisa. Selain itu pada candi ini juga penuh dengan motif suluran dan guirlande yang memenuhi seluruh panil. Sayangnya candi ini tidak memiliki bagian atap yang utuh.

 

(Indra Eka Widya Jaya)

 

Sumber: 

Ramelan, Wiwin Djuwita (Ed.) 2013. Candi di Indonesia. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Galeri Gambar



Budaya Terkait