Kebudayaan Indonesia

Babi Guling kuliner khas Bali yang jadi Primadona

Salah satu makanan khas Bali yang populer adalah babi guling. Babi guling sebagai makanan tradisional ini sudah dicatatkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia sejak tahun 2011. Pada awalnya babi guling hanya digunakan untuk sajian upacara adat atau keagamaan. Namun kini babi guling dapat ditemukan dengan mudah di berbagai rumah makan, warung, dan hotel-hotel di Bali.

Babi guling atau yang lebih dikenal dengan be guling terbuat dari bahan dasar anak babi yang perutnya diisi dengan base genep (bumbu rangkap) yang terdiri dari : bawang merah, bawang putih, kencur, jahe, isen, kunir, cabai rawit, gula aren, garam, terasi, daun salam dan sedikit asam.

Mula-mula babi yang sudah disembelih disiram dengan air panas untuk dihilangkan kulitnya agar menjadi bersih. Setelah itu langsung dibedah perutnya selebar 10 cm untuk mengeluarkan isinya. Setelah semua isi perutnya keluar, babi tersebut dicuci sampai bersih kemudian ditusuk dengan kayu tusukan yang sudah disiapkan sambil memasukkan bumbu yang sudah diulek. Bumbu tersebut lalu dimasukkan dalam perut babi lalu dijarit dengan benang (tali) agar bumbu tersebut tidak tumpah. Setelah itu babi tersebut diguling (dipanggang) di atas api pemanggangan dengan memutar-mutar kayu penusuknya, agar babi matang secara rata.

Dalam proses ini nyala api dikontrol dengan mengipasi agar babi tidak lekas gosong. Di samping itu setelah daging babi agak kering, lalu dimandikan dengan air kelapa agar tidak cepat gosong, dan apabila sudah agak matang dioles dengan minyak kelapa. Setelah warna babi berubah menjadi kuning kemerah-merahan secara rata dan kayu penusuk babi yang terputar menjadi longgar itu berarti bahwa babi guling sudah matang. Sehingga sudah bisa diangkat untuk ditaruh di dalam baskom/nare besar, dengan tidak lupa menarik kayu tusukannya. Dengan demikian proses ini sudah selesai sehingga sudah bisa dihidangkan atau dikonsumsi. (WN)


Galeri Gambar



Budaya Terkait