Kebudayaan Indonesia

Asal Usul Hari Sejarah

Penetapan Hari Sejarah Indonesia telah dimulai sejak tahun 1957, tepatnya 14 – 18 Desember 1957 melalui Seminar Sejarah Nasional I di Yogyakarta. Seminar ini dihadiri oleh ratusan perserta yang terdiri dari ilmuwan, akademisi Sejarah, intelektual – budayawan, serta politisi tingkat nasional. Seminar ini membahas tentang  Landasan Filsafat Sejarah Nasional, Masalah Periodisasi Sejarah, Penulisan Buku Pelajaran, dan bahasan lainnya. Hasil dari seminar ini berupa penulisan sejarah visi-misi Indonesia-sentris menggantikan visi Neerlando-sentris.

Seminar Sejarah Nasional II tahun 1970 di Yogyakarta merupakan kelanjutan dari hasil Seminar Nasioanal I. Dalam seminar ini diputuskan dua hal penting, yaitu keputusan untuk membentuk Tim Penulisan Sejarah Nasional Indonesia yang diusulkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar mengangkat sebuah panitia penulisan sejarah. Akhirnya pada 4 April 1970 terbentuklah Panitia Penyusun Buku Standard Sejarah Nasional Indonesia yang bertugas untuk menyusun buku Sejarah Nasional Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Buku ini nantinya akan menjadi Buku Sejarah Nasional Indonesia dengan 6 jilid yang dapat digunakan oleh akademisi di lingkungan Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Keputusan kedua adalah berdirinya organisasi profesinal sejarawan Indonesia dengan nama Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) dengan ketua pertama Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo.

Lalu pada tahun 1981 – 1984 dilakukan Seminar Sejarah Nasional III dan Seminar Sejarah Lokal I dan II di Jakarta. Dalam pertemuan ini dibicarakan tentang sejarah dengan pendekatan ilmu sosial, menekankan isu sejarah yang Problem Oriented dan menekankan pada sejarah pedesaan dan perkotaan, serta keinginan relevansi-kegunaan sejarah untuk pembangunan.

Pada tahun 1996, setelah pada tahun 1985 dan 1990 diadakan Seminar Sejarah Nasional IV dan IV di Yogyakarta dan Semarang, ditetapkan bahwa penyelenggaraan Kongres Nasional Sejarah akan dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Ketetapan tersebut ditetapkan dalam Kongres Nasional Sejarah ke-VI di Jakarta.

Tahun 2001, dalam Konferensi Nasional Sejarah VII ditetapkan bahwa diperlukan beberapa pemahaman mendalam atas kearifan dan keadilan yang berasal dari hasil rekonstruksi sejarah bangsa yang tercermin pada cerita rakyat, mitos, legenda, pantun, dan relief yang telah didokumentasikan dan dibuktikan kehafsahannya. Lalu pada tahun 2006 diadakan Konferensi Nasional Sejarah VIII di Jakarta yang menghasilkan usulan agar sejarah menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikukulum pendidikan Sekolah Dasar dan semua jurusan di tingkat pendidikan menengah.

Penetapan 14 Desember sebagai Hari Sejarah Indonesia semakin digalakkan pada tahun 2014 dengan ditandatanganinya dokumen Maklumat Hari Sejarah oleh berbagai kalangan masyarakat seperti asosiasi profesi, komunitas pecinta sejarah, akademisi, dan mahasiswa. Pada akhirnya, pada tahun 2015 akan disahkan sebagai tahun penetapan 14 Desember sebagai Hari Sejarah Indonesia.

 

Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.


Galeri Gambar



Budaya Terkait