Kebudayaan Indonesia

Coto Makasar Hidangan khas Makasar yang Jadi Favorit Masyarakat Sulawesi

Tidak diketahui dengan pasti sejarah awal mula terciptanya resep kuliner ini. Orang Makassar memiliki sejumlah upacara tradisi yang mereka warisi dari leluhur mereka. Upacaratradisi tersebut terkait dengan sistem kepercayaan lama mereka yang bersifat animisme dan dinamisme. Berlandas pada sistem kepercayaan tersebut maka orang Makassar senantiasa melakukan berbagai upacara ritual untuk memberikan penghormatan kepada para dewa dan arwah leluhur mereka.

Dalam upacara gaukang dilakukan upacara pemberian sesajian kepada para dewa dan arwah para leluhur. Sesajian tersebut diataranya adalah pemberian hewan kurban baik berupa ayam, kambing, ataupun kerbau. Pemberian hewan kurban kerbau adalah merupakan pemberian persembahan yang tertinggi.

Tidak banyak masyarakat di muka bumi ini yang memiliki kemahiran mengolah bahan jeroan dari kerbau untuk dijadikan makanan yang lezat. Dalam pesta adat masyarakat Makassar seperti agjaga/sunatan, pernikahan, atau memasuki rumah baru, hidangan coto selalu ditemukan diantara makanan lainnya.

Coto Makassar yang berbahan baku jeroan seperti usus, babat, jantung, hati, limpa, otak, dan daging khas kerbau, sapi, atau kuda. Makanan ini diramu dengan 40 macam rempah dan penyedap makanan yang menenggelamkan rasa dan bau yang kadang kurang disenangi. Sehingga Coto Makassar dapat dinikmati oleh semua orang. Biasanya hidangan coto sangat nikmat dinikmati sebagai santapan antara sarapan dan santap siang, sekitar pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.00. Coto dihidangkan dengan ketupat yang terbungkus dari daun pandan atau daun kelapa.

BPNB Makasar


Galeri Gambar



Budaya Terkait