Kebudayaan Indonesia

Mengenal Berbagai Jenis Sastra Lisan Betawi

Sastra Lisan Betawi adalah salah satu khazanah budaya bangsa yang menjadi suatu kewajiban kita semua untuk membina, mengembangkan, melestarikan, serta memanfaatkan sehingga menjadikan sesuatu yang penuh dengan makna.

Sebagaimana dengan Shohibul Hikayat yang bercirikan nuansa Timur Tengah, ceritanya bisa disisipkan tentang pendidikan, dakwah, dan hiburan asalkan dari cerita satu ke cerita lainnya saling bersambungan. Seperti misalnya cerita Lutung Kasarung bukan Shohibul Hikayat, tetapi cerita Buleng.

Buleng itu sendiri termasuk seni tutur Betawi yang bercerita tentang kerajaan-kerajaan kecil di wilayah Betawi serta didalamnya disisipi pantun Sunda. Selain itu ada juga Rancag yang berbentuk pantun/syair berkait, walaupun tidak memakai Gambang Kromong terkecuali Gambang Rancag yang harus diiringi oleh Gambang Kromong.

“Kesemuanya itu adalah “maha karya” para pendahulu seniman Betawi yang memang penuh dengan kreatifitas tersendiri,” (19 Oktober 2015, Rachmat Ruchiat)

Dengan demikian kesenian tradisi warisan para leluhur kalau tidak dikembangkan akan mati, sudah semestilah kesenian tradisi, khususnya seni sastra lisan Betawi ini harus tetap eksis. Pengembangan itu sendiri mempunya dua arti yaitu merubah bentuk/menyempurnakan bentuk sesuai jaman dan menyebarluaskan.

“Bukan hanya bentuknya saja, tapi harus disebarluaskan sesuai jamannya asalkan tetap berpegang teguh pada tradisi leluhur, artinya bahwa tidak menghilangkan tradisi yang ada,” (19 Oktober 2015, Rachmat Ruchiat)


Galeri Gambar



Budaya Terkait