Kebudayaan Indonesia

Shohibul Hikayat Seni Pelipur Lara

Shohibul Hikayat adalah seni pelipur lara (Melayu) dan dapat diartikan yaitu Shohib yang artinya Si Tukang/Punya dan Hikayat yang berarti Cerita, jika digabungkan dapat berarti Si Tukang/Punya Cerita.

 

“Sebagaimana Stand Up Comedy yang sedang booming dan dapat pula kita sebut Hikayat yang disampaikan dan diambil dari Shohibul Hikayat bagian-bagian humornya saja. Atau bisa juga dikatakan bahwa Stand Up Komedi adalah Shohibul Hikayat Banyolan,” (17 Oktober 2015, Yahya Andi Saputra)

 

Namun bila kembali kita berbicara mengenai Shohibul Hikayat lengkap, kita dapat melihat atau pun membaca naskah-naskah Hikayat yang ditulis oleh Muhammad Bakir sekitar tahun 1800-an yang berjumlah 40 Hikayat. Diantara Hikayat tersebut adalah Hikayat Lakon Jaka Sakura, Hikayat Asal Mulanya Wayang, Syair Cerita Wayang, Wayang Atjuna, Hikayat Purusara, Hikayat Seri Rama, serta Hikayat Syekh Abdulkadir Jaelani.

 

Shohibul Hikayat bisa dikembangkan (eksplorasi) dengan menggunakan nyanyian atau pun pantun dan dengan bahasa “alay” asalkan jangan “lebay” serta mengalir sesuai perkembangan yang ada, fleksibel sesuai kondisi.

 

“Selain itu, pewarisan Shohibul Hikayat di sekolah harus ada modul dan kurikulum. Namun demikian tidak seluruhnya dapat memadai karena sesuai dengan kemampuan individu penyampai Hikayat tersebut,” (17 Oktober 2015, Yahya Andi Saputra)


Galeri Gambar



Budaya Terkait