Kebudayaan Indonesia

Gabus Pucung, Kuliner Khas Betawi yang Melegenda

Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khas masing-masing, tidak terkecuali bagi suku Betawi. Bagi masyarakat Betawi, di setiap kendurian atau acara-acara adat lainnya, Gabus Pucung harus selalu tersedia sebagai menu utama. Namun, bagi masyarakat Betawi pinggiran, Gabus Pucung juga biasa di santap sebagai menu sehari-hari.

Gabus Pucung merupakan makanan khas masyarakat Betawi. Menu santapan ini baiknya disajikan dan disantap selagi hangat, untuk menghindari bau amis dari ikan Gabus. Masyarakat Betawi biasa memasak ikan gabus dengan keluwak, atau biasa disebut pucung. Gabus Pucung disajikan dengan kuah hitam, mirip seperti rawon. Santapan ini biasa disajikan dengan lalapan dan sambal kencur.

Proses memasak Gabus Pucung ada du acara, yaitu versi mode Jagakarsa dan Depok dan versi gaya masak Betawi. Bagi masayarakat yang tinggal di Jagakarsa dan Depok, proses memasak makanan ini dengan cara ikan gabus digoreng terlebih dahulu kemudian dipotong sebelum diolah bersama pucung. Hal ini dipercaya untuk mengurangi bau amis yang dihasilkan ikan gabus. Berbeda dengan gaya masyarakat Jagakarsa dan Depok, bagi masyarakat Betawi, ikan gabus terlebih dahulu dimasak bersama pucung kemudian dipotong dan diberi irisan jeruk nipis. Selain menggunakan taburan bawang goreng, gaya khas Betawi juga menggunakan daun bawang mentah sebagai taburannya.

 

Sumber:

Paluseri, Dais Dharmawan, Lintang Maraya, Ryan. 2014. Warisan Budaya TakBenda Indonesia, Penetapan Tahun 2014. Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta.

 


Galeri Gambar



Budaya Terkait