Kebudayaan Indonesia

Di Balik Nama Kesaktian Pancasila

Undang Undang Dasar 1945 ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dimana sehari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Undang Undang Dasar itu berlandaskan semangat dan berjiwa Pancasila, tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar ’45. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara juga ditetapkan pada hari dan tanggal yang sama, yakni 18 Agustus 1945. Namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah tertanam dan mendarah daging dalam perilaku hidup bangsa Indonesia.

Pancasila mengandung paham keagamaan, kebersamaan, tenggang rasa, dan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan bernegara dan berbangsa Indonesia demi membina kehidupan bermasyarakat yang baik. Hakiki Pancasila bertolak belakang dengan paham komunisme dimana Pancasila menjunjung tinggi azas Ketuhanan YME, kekeluargaan, jiwa gotong royong, demokrasi, dan musyawarah untuk mufakat.

Berbagai tantangan fisik maupun psikis seringkali dihadapi oleh Pancasila. Kerapkali Pancasila berusaha dirusak bahkan diubah dengan ideologi lain. Pemberontakan yang dilancarkan PKI pada tanggal 1 Oktober 1965 merupakan salah satu tantangan berat terhadap eksistensi Pancasila. Dan tujuan pemberontakan tersebut ialah mengubah Pancasila dengan paham dan ideologi komunis dan ideologi lainnya namun bangsa Indonesia mampu mempertahankan Pancasila hingga sekarang.

Keberhasilan bangsa Indonesia menghadapi ancaman kudeta pada 1 Oktober 1965 diperingati sebagai Tragedi Nasional akibat Pengkhianatan terhadap Pancasila. Keberhasilan ini mampu memperkokoh Pancasila bahwa Pancasila sudah menjadi bagian dalam kehidupan yang melekat dan mendarah daging pada seluruh masyarakat bangsa Indonesia. Karena itulah Pancasila tak dapat diragukan lagi sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Sebagai generasi penerus bangsa, keyakinan ini harus kita pelihara dan kembangkan dengan baik. Mengenang Tragedi Nasional merupakan salah satu cara bentuk memelihara dan memahami Pancasila. Segenap masyarakat diharapkan dapat merenungkan kembali agar tidak ada dendam sejarah diantara sesama anak bangsa.

Sumber: Pusat Sejarah dan Tradisi TNI. 2004. Pantang Kehilangan Pedoman Pancasila.  Deputi Bidang Sejarah dan Purbakala.

 


Galeri Gambar



Budaya Terkait