Kebudayaan Indonesia

Bir Pletok, Perlancar Peredaran Darah

Bir pletok merupakan salah satu minuman hangat dan menyegarkan dan tidak mengandung unsur alkohol. Bir pletok diolah dari bahan rempah seperti jahe, serai, kayu manis, serta daun pandan. Bir pletok terkenal sebagai minuman tradisional khasnya masyarakat Betawi.

Khasiat yang terkandung dalam bir pletok adalah memperlancar peredaran darah. Warga Betawi umumnya mengonsumsi minuman ini pada waktu malam hari, atau kala cuaca sedang dingin sebagai penghangat tubuh.

 

Bahan-bahan:

-       1 liter air bersih

-       200 gram jahe (geprek dan memarkan)

-       3 batang serai (geprek dan memarkan)

-       ½ butir pala (geprek dan memarkan)

-       Daun pandan ukuran 20cm, kemudian ikat simpul

-       1 ruas kayu manis (kira-kira ukuran 5cm)

-       15 gram kayu secang

-       4 butir cengkeh

-       3 butir kapulaga

-       250 gram gula pasir

-       ½ sdt garam (secukupnya)

 

Cara membuat:

-       Tuangkan 1 liter air bersama dengan gula pasir ke dalam panci, kemudian rebus hingga gula pasir larut dan air mendidih.

-       Setelah air mendidih, masukkan ke dalam jahe, serai, pala, daun pandan, kayu manis, kayu secang, cengkeh, kapulaga, serta

        garam halus sambil diaduk rata.

-       Rebus bahan-bahan tadi kurang lebih 4 menit, hingga tercium aroma wwangi, kemudian angkat.

-       Terakhir, saring terlebih dahulu bir pletok sebelum dituang ke dalam gelas dan sajikan.

 

Sumber: Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya. 2014. Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta.

 

Upacara Adat Pernikahan Suku Betawi


Galeri Gambar



Budaya Terkait