Kebudayaan Indonesia

Kreasi Penganan di Bulan Ramadhan: Pasar Hidangan Dadakan

Pasar-Hidangan-Dadakan-6_1436767623.jpg

Bulan suci Ramadhan yang tersisa beberapa puluh jam lagi, tidak menyurutkan semangat umat Muslim untuk menunaikan ibadah puasa. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat untuk ‘berburu’ hidangan berbuka puasa, seperti penganan makanan ringan dan minuman yang menyegarkan. Hal ini menstimulasi kehadiran Pasar Hidangan Dadakan di seluruh Nusantara. Pasar yang hanya dibuka setahun sekali selama bulan Ramadhan tersebut hampir dapat dijumpai di sebagian besar daerah  di penjuru tanah air, salah satunya di Tangerang Selatan, Banten.

Keberlangsungan Pasar Hidangan Dadakan yang marak khususnya di bulan puasa, berawal dari pangsa pasar konsumen hidangan berbuka puasa yang meningkat setiap tahunnya. Kebiasaan masyarakat setempat untuk ‘ngabuburit’ sembari berburu hidangan untuk berbuka puasa, memang tak lengkap tanpa adanya pusat penjualan makanan dan minuman aneka pilihan dengan harga terjangkau. Peluang ini diberdayakan oleh warga lokal dan pedagang makanan untuk menjajakan berbagai variasi menu penganan yang lezat dan bergizi.

Beragam jenis penganan khas bulan Ramadhan yang dapat dijumpai di Pasar Hidangan Dadakan ini antara lain, kue-kue khas jajanan pasar (roti goreng isi, kue cubit, kue mangkok, tahu isi, risol, lumpia, dan sebagainya), berbagai minuman seperti kolak dan es buah, hingga aneka masakan dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu pempek khas Palembang, Asinan Betawi, Teri Medan,  Roti Cane Kari dari Aceh, dan lainnya. Industri rumah tangga pada sektor bahan konsumsi pun semakin berkembang berkat kreasi dari para pelaku ekonomi kreatif, misalnya variasi jajanan dengan inovasi baru: sosis jumbo keju, roti bulat isi coklat, puding campur, dan bumbu-bumbu siap olah guna memasak hidangan sahur yang praktis.

Semua penganan yang dijual di Pasar Hidangan Dadakan sejak sore hingga menjelang adzan Maghrib ini dipatok harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp 2.000,- hingga Rp 15.000,- dengan porsi yang mengenyangkan. Tujuan utama para penjaja penganan di Pasar Hidangan Dadakan tidak sekedar mencari keuntungan semata, tetapi juga mengupayakan keberkahan di bulan Ramadhan dengan penjualan makanan murah serta menyumbangkan sebagian penganan ke masjid sebagai hidangan buka puasa para musafir. Dengan demikian, fungsi ekonomi Pasar Hidangan Dadakan juga dibarengi dengan fungsi sosial. Indahnya mencari nafkah menjadi berkah untuk saling berbagi di bulan Ramadhan.


Galeri Gambar



Budaya Terkait