Kebudayaan Indonesia

Desa Adat Praingu Lewa Paku

praingu lewa paku 5_1415678496.jpg

Desa Adat Praingu Lewa Paku

Dalam sejarah lokal, Praingu Lewa Paku merupakan desa adat yang menjadi muasal dari kota Waingapu, Ibukota kabupaten Sumba Timur. Oleh masyarakat setempat, desa ini disebut sebagai Kampung Raja. Tempat tinggal keluarga raja, dengan kekayaan berupa tanah yang sangat luas. Desa Adat ini terletak dipuncak bukit kapur setinggi 400 meter diatas permukaan air laut. Dikelilingi hamparan sawah, pepohonan kayu dan batu kapur cadas.

Pada dekade 1970-an, desa adat ini sudah ditinggalkan oleh masyarakatnya. Sebanyak 35 rumah adat hancur, hanya menyisakan kubur batu, sebagai satu-satunya tanda yang menunjukkan bahwa puncak bukit tersebut merupakan wilayah sakral.  Makam leluhur Desa Adat, makam Raja-raja Praingu Lewa Paku.

Pada tahun 2007, Umbu Mbora, Raja Praingu Lewa Paku dari generasi yang lahir diluar desa adat mulai kembali ke bukit sakral. Mengajak serta warga yang lain, untuk membangun kembali rumah adat utama. Ada kerabat yang meninggal dan harus diupacarakan sebelum pemakaman. Semua ritual daur hidup, secara adat harus dilangsungkan di rumah adat utama.

Secara swadaya, selama beberapa tahun, masyarakat mengumpulkan kayu dan bahan untuk membangun kembali rumah adat utama dan rumah-rumah adat yang lainnya. Didukung oleh Program Revitalisasi Desa Adat, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, rumah adat utama yang merupakan pusat aktivitas adat Praingu Lewa Paku berhasil dibangun oleh masyarakat pada tahun 2014. Ritual adat pemakaman 2 jenazah kerabat yang meninggal mulai bisa dilaksanakan di rumah adat.


Galeri Gambar



Budaya Terkait