Kebudayaan Indonesia

Arsitektur Benteng Marlborough

Slide9-768x1024_1408682518.jpg

Arsitektur Benteng Marlborough

Benteng merupakan lokasi militer atau bangunan yang didirikan secara khusus, diperkuat dan tertutup yang dipergunakan untuk melindungi suatu instalasi, daerah, pasukan tentara dari serangan musuh atau untuk menguasai suatu daerah.

Beberapa komponen bangunan benteng Marlborough antara lain:

Revaline adalah bangunan pertahanan bersudut tiga, umumnya terletak di atas parit di depan curtine yang dihubungkan oleh jembatan ke arah bangunan benteng. Pada benteng Marlborough, bagian revaline pada awalnya berfungsi sebagai pertahanan. Namun pada masa kemudian difungsikan juga sebagai sarana sosial. Hal ini dibuktikan dengan adanya 3 buah makam yaitu makam Thomas Parr, Charles Muray dan Robert Hamilton. Selain ketiga makam tesebut terdapat pula empat buah prasasti nisan berbahasa Inggris yang ditempelkan pada dinding gerbang pintu masuk yang bertuliskan: George Thomas Shaw yang meninggal tanggal 25 April 1704, Richard Watts yang meninggal 17 Desember 1705 dalam usia 44 tahun, Henry Stirling yang meninggal pada bulan April 1744 dalam usia 25 tahun dan Capt. James Coney yang meninggal Februari 1737 dalam usia 36 tahun.

Di luar bangunan benteng terdapat parit keliling dengan kedalaman parit 1-3 meter dan lebarnya 7 meter. Parit keliling tersebut digunakan sebagai pertahanan pertama terhadap serangan musuh dan pembuangan aliran air dari dalam benteng. Untuk menghubungkan bagian revaline dengan curtine dibangun sebuah sebuah jembatan sebagai penghubung. Curtine merupakan tembok pertahanan utama revaline sebuah benteng yang terletak diantara dua bastion.

Bastion adalah bagian yang menjorok keluar yang terletak pada tiap-tiap sudut benteng. Keletakannya memungkinkan seseorang untuk menembak tanpa harus memperlihatkan dirinya dan dapat menembak ke segala arah dengan bebas. Dikembangkan pertama kali oleh bangsa Italia pada akhir abad  XV dan awal abad XVI. Pada Benteng Marlborough terdapat empat bastion yakni bastion utara, bastion timur, bastion selatan, dan bastion barat. Bastion Barat memiliki ruang yang difungsikan sebagai penjara sebanyak dua ruang dan ruang bawah tanah.

Bangunan antara bastion timur dan selatan terdapat 5 ruangan dengan keseluruhan pintu yang menghubungkannya sebanyak 13 buah pintu berbentuk jeruji. Bangunan antara bastion selatan dan bastion barat terbagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh lorong gerbang utama. Bagunan sisi barat terdiri dari tiga ruangan yang dipisahkan oleh sekat tembok. Bangunan sebelah timur, terdapat 7 ruangan yang dibatasi oleh sekat tembok. Bangunan antara bastion barat dan utara saat ini hanya bersisa bekas lantai bangunan, bentuk bangunannya tidak dapat diketahui lagi. Bangunan antara bastion utara dan timur terbagi menjadi 2 bangunan yang dipisahkan oleh lorong pintu gerbang belakang. Pada bangunan sisi barat pintu terdiri dari 3 ruangan. Bangunan sisi timur pintu terdiri dari 4 ruangan.

Pada Benteng Marlborough terdapat 4 meriam yang diletakkan di atas bastion. Masing-masing 1 meriam di bastion utara dan selatan, 2 meriam di bastion timur, dengan jenis meriam kaliber 10 cm.

Fungsi Benteng Marlborough sebagai pusat pertahanan pada masa Inggris menjadi berkurang, dan lebih difungsikan sebagai pangkalan perdagangan. Hal ini terlihat pada tahun 1803 Dewan EIC memutuskan untuk menjadikan Benteng  Marlborough sebagai pusat penimbunan rempah-rempah Inggris di seluruh Hindia Timur.

Sumber: BPCB Jambi


Galeri Gambar



Budaya Terkait