Kebudayaan Indonesia

Wisnu Naik Garuda

airlangga_1407902631.jpg

Wisnu Naik Garuda

Dilihat dari peninggalannya, Raja Airlangga adalah pemeluk agama Hindu sekte Wisnu. Hal ini nampak pada arca perwujudannya di Candi Belahan dengan yang bercirikan wahana (kendaraan) Dewa Wisnu yang berupa burung Garuda dan Arca Dewi Laksmi atau Dewi Sri yang juga merupakan istri Dewa Wisnu. Ada cerita tersendiri mengenai Garuda yang menjadi wahana Dewa Wisnu.

Dikisahkan tentang kehidupan Sang Winata (ibu Garuda) yang menjadi budak Sang Kadru (ibu para Naga), karena kalah taruhan mengenai warna Kuda Uchaisrawa. Semula ekor Kuda Uchaisrawa adalah putih semua. Tetapi atas perintah Sang Kadru terhadap anaknya (para naga) akhirnya ekor Kuda Uchaisrawa diperciki bisa sehingga berubah warnanya menjadi hitam. Sejak itulah Winata kalah dan menjadi budak Sang Kadru.

Garuda yang merasa kasihan terhadap penderitaan ibunya, membantu merawat anak-anak Sang Kadru. Atas permintaan Garuda, Sang Kadru mau membebaskan ibunya dari perbudakan dengan syarat diberi air suci (Amerta). Dalam pencariannya Garuda bertemu dengan Dewa Wisnu, yang kemudian berkata kepada Garuda: 

"Hai Garuda, jika engkau menginginkan Amerta, hendaklah meminta kepadaku". 

Sementara itu Dewa Wisnu minta supaya Garuda bersedia menjadi kendaraannya. Garuda kemudian berhasil melepaskan penderitaan ibunya dari perbudakan sang Kadru dengan Amerta pemberian Batara Wisnu yang diwadahi dalam kendi Kamandalu. Sejak saat itulah Garuda menjadi kendaraan Wisnu.

Sumber: BPCB Mojokerto


Galeri Gambar



Budaya Terkait