Kebudayaan Indonesia

ACEH TENGAH MEMILIKI POTENSI WISATA ALAM

GUA-PUTRI-PUKES1_1407827666.jpg

ACEH TENGAH MEMILIKI POTENSI WISATA ALAM

Aceh Tengah yang ibu Kotanya Takengon merupakan salah satu Kabupaten dari provinsi Aceh yang berada di kawasan dataran  tinggi Gayo. Aceh Tengah sudah dikenal sejak dahulu sebagai daerah penghasil Kopi, Pokat, dan buah-buahan dapat dikatagorikan sebagai daerah pertanian.  Setelah pemekaran Aceh Tengah terbagi 3 (tiga) Kabupaten yaitu Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Gayo Lues dan  Kabupaten Aceh Tengah. Kabupaten ini memiliki 14 Kecamatan yaitu : Kec. Atu Lintang, Kec. Bebesen, Kec. Bies, Kec. Bintang, Kec. Celala, Kec. Jagong Jeget, Kec. Kebayakan, Kec. Ketol. Kec. Kute Penang, Kec. Linge, Kec. Lut Tawar, Kec. Pegasing, Kec. Rusip Antara, Kec. Silih Nara.

Kabupaten  Aceh Tengah  secara geografis terletak pada posisi 40 45 – 40Lu45 -960 55. Bt dan memiliki  topograpi berbukit dan bergunung. Daerah ini memiliki temperatur rata rata  200 dengan elevasi antara 100 – 2.600  meter diatas permukaan laut. Luas wilayah Kabupaten Aceh   Tengah sebesar  577.248 Ha, daerah ini dengan panorama yang asri, sejuk  juga masyarakat yang ramah. Penduduk Kabupaten Aceh Tengah terdiri dari beberapa  etnis / sub –etnis, yaitu suku Gayo,  Aceh Pesisir, Batak Karo, Batak Toba, Jawa, Padang, Tionghoa  dan lain – lain. Keberadaan etnis / sub etnis ini memperkaya perbendaharaan khasanah kesenian Kabupaten Aceh Tengah  seperti : Tari Guel, Saman, Bines, Didong, dan ditemukan juga kesenian  penduduk pendatang seperti; Seudati, Wayang Kulit, Ludruk  Tari Tortor, Barongs


Potensi wisata

  1. Laut tawar

Laut tawar adalah danau alam yang mengelilingi beberapa kecamatan mulai kec. Lut tawar,kecamatan bintang, kecamatan kebayakan, danau  laut tawar memiliki luas sekitar  + 5.472 Ha, dengan kedalaman  rata rata 51,13 m.

  1. Wisata kuliner terletak di piggiran jalan desa one one. Tempat ini hanya 10 menit dari Takengon kecamatan Kebayakan, di desa ini banyak warung yang menyediakan makanan khas Gayo seperti : Masakan Asam Jeng dan Pengat juga makanan lain seperti makanan yang bahan dasar ikan bawal, mujair, depik dan keperas yang ditangkap dari Danau Lut Tawar, sambal terong cecah agur (makanan khas Gayo) selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kuliner di kota dingin ini.
  2. Gua Loyang koro atau gua Kerbau yang terletak di kecamatan Lot tawar tepatnya pinggiran jalan menuju Kecamatan Bintang, Gua tersebut letaknya di  tepi danau laut tawar   ibu kota Takengon dengan jarak tempuh lebih kurang  5 km arah timur ibu kota takengon, gua ini merupakan  salah satu objek wisata  yang sanngat indah dan asri juga ramai pengunjungnya pada  hari libur, gua ini letaknya  di kaki Gunung Birahpanyang, turun ke bawah  sekitar 15 meter melalui  bibir pantai dari jalan menuju kec. Bintang,  gua ini juga memiliki kedalaman lebih  kurang 110 meter,  untuk memasuki ke dalam gua dapat dijangkau dengan jalan setapak. Para pengunjung yang berwisata ke Gua tersebut dapat menikmati sampai ke dalam goa yang berjarak sekitar 110 meter  karena pemerintah pariwisata setempat sudah menyediakan vasilitas penerangan seperti listrik dan generator.
  3. Gua putri pukes adalah salah satu objek wisata di Aceh Tengah yang  terletak kaki bukit kecamatan kebayakan arah menuju ke Nosar kira-kira sekitar 2 km dari ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, menurut lagenda Putri Pukes berasal dari tanah Gayo, yang mengisah seorang putri raja yang menyakai seorang pangeran kerajaan lain lalu memohon pada orang tuanya untuk mareka di nikahkan, awalnya orangtua sang putrid tidak menyetujui karena negeri sang pangeran sangat jauh namun putri dan pangeran sangat gigih memperjuangkan cintanya, akhirnya mareka di nikahkan. Setelah menikah sang putri harus tinggal bersama dan di kerajaan suaminya. Putri pukes mohon pamit pada orang tuanya dan diantar oleh pengawal, kalaupun dengan hati yang sangat sedih orang tuanya juga harus melepaskan anaknya. Sebelum berangkat orang tua putri berpesan “anakku jika kamu telah pergi, pergilah dan jangan melihat ke belakang” dalam perjalanan sang putrid rasa rindu pada orang tua begitu membara sehingga dia lupa dan tanpa sengaja sang putri melihat ke belakang kemudian seketika itu pula datanglah petir dan hujanpun turun dengan deras sekali, mareka bersama robongan pengawal berteduh didalam sebuah goa, di dalam goa putrid pukes perlahan-lahan merasa tubuhnya mengeras dan menjadi batu. Di dalam gua Putri Pukes tersebut terdapat batu yang dipercayai adalah Putri Pukes yang telah menjadi batu, sumur besar, kendi yang sudah menjadi batu, tempat duduk untuk bertapa orang masa dahulu. Sumber Bapak  Abdullah  penjaga gua.
  4. Gua Loyang Datu Merah Mege adalah sebuah objek wisata yang berpanorama sangat indah, goa ini terletak di Isak Kecamatan Linge sekitar 26 km dari ibu kota Takengon, keindahannya goa laying datu ini  dilengkapi dengan tempat peristirahatan dan tempat duduk untuk menikmati air deras yang mengalir didasar Goa. Menurut Petua (orang tua saksi sejarah) yang ada di Linge, dahulu gua ini digunakan untuk perlintasan membawa kerbau dari Linge ke Takengon, begitu juga sebaliknya dari Takengon ke Linge Takengon.Menuju ke lokasi gua dari jalan raya menuruni anak tangga semen yang dibuat Pemda. Beragam tanaman tumbuh disekitar gua, antara lain durian (Durio zibethinus), tenung, kemiri (Aleurites moluccano), kayu manis (Gly-cyrhiza glabra), kopi (coffea sp), geding, bambu (bambusa Sp), dan Damar (Shorea javanica).

Luas ruangan gua secara keseluruhan 1.980 meter persegi. Kondisi dibagian dalam gua cukup terang karena ruangan gua cukup luas dan cahaya matahari dapat masuk dari arah tenggara dan barat. Mulut gua yang berada pada 120 derajat (tenggata) dengan diameter 25 m, tinggi 11,6 m dan pada jarak 5 m mulut gua menghasilkan sudut penyinaran 65 derajat, sehingga ruangan gua maksimum terkena sinar matahari pagi sekitar pukul 06.00 – 08.30. Kemudian melalui mulut gua yang berada pada 265 derajat (barat) dengan diameter 30 m, tinggi 6 m dan pada jarak 5 m dari mulut gua menghasilkan penyinaran 50 derajat. Kemungkinan ruangan gua maksimum terkena sinar matahari sore hari sekitar pukul 15.00 – 16.00.

  1. Gua ceruk mendale  dan gua ceruk ujung karang yang terletak dibawah kaki bukit hanya jarak sekitar 100 meter dari danau Lut Tawar dan 30 meter dari jalan kemukiman penduduk kampong Mandale, di Lokasi gua ceruk ini  ditemukan kerangka manusia purba saat penelitian dan penggalian Tim Balar (Balai arkeologi Medan) yang wilayah kerja Sumut dan Aceh. Gua ceruk ini dapat dipergunakan tempat orang berteduh dikala hujan. Dengan ditemukannya Kerangka manusia praserah di Gua Ceruk Mendale atau Loyang Ceruk Mandele dan Gua Ceruk Ujung Karang Kecamatan Lut Tawar daerah takengon semakin banyak dikenal masyarakat luas. Kerangka manusia yang  ditemukan tersebut diperkirakan berusia 6500 tahun bahkan ada kerangka yang  sudah berusia 7400.  Dengan adannya Penemuan  ini  tampak dan muncul  gairah para pecinta sejarah untuk melacak asal-usul suku Gayo di Aceh tengah. Banyak orang yang ingin menjadikan penemuan ini sebagai bukti bahwa Gayo  adalah penduduk pertama yang menghuni Aceh.

Aceh terus berbenah diri baik oleh pemerintah, swasta maupun dari masyarakat sendiri untuk menarik wisatawan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mengandalkan tempat-tempat bersejarah menjadi bagian utama pengembangan objek wisata spiritual.    

Kabupaten Aceh tengah yang sudah dikenal daerah wisata lokal adalah lut Tawar dan beberapa Goa yang merupakan daerah wisata  antara lain Goa Putri Pukes, Goa Loyang Koro dan Goa loyang Datu   yang masing-masing mempunyai cerita lagenda sangat mengagumkan.

 

Sumber: BPCB ACEH


Galeri Gambar



Budaya Terkait