Kebudayaan Indonesia

Benteng Speelwijk

HP0010_1405492845.jpg

Benteng Speelwijk

Satu-satunya bangunan fisik milik bangsa asing yang dibangun pada masa Kesultanan Banten berkuasa adalah Benteng Speelwijk. Dibangun oleh Hendrik Lucaszoon Cardeel tahun 1684-1685, Benteng Speelwijk ditujukan untuk menghormati Gubernur Jenderal VOC Speelman yang berkuasa sekitar tahun 1681-1684.

Pembangunan Benteng Speelwijk yang berlokasi tidak jauh dari Keraton Surosowan, merupakan bukti bahwa kekuasaan Kesultanan Banten telah dilumpuhkan oleh Belanda. Benteng Speelwijk dibangun berdasarkan perjanjian 10 pasal antara Kompeni dengan Sultan Haji setelah menggantikan ayahnya Sultan Ageng Tirtayasa. Setelahnya seluruh aktivitas ekonomi dan perdagangan dimonopoli oleh Kompeni. Ini merupakan awal kehancuran Kesultanan Banten hingga akhirnya digempur pasukan Daendels.

Berdasarkan cerita rakyat, kolonial Belanda yang dekat dengan Sultan Haji saat itu mengajukan permintaan sebidang tanah di Banten. Permintaan tersebut begitu sederhana karena yang diminta hanyalah sebidang tanah sehamparan kulit kerbau. Karena dinilai tidak seberapa, maka Sultan Haji pun mengabulkannya. Namun yang terjadi sesungguhnya adalah, orang Belanda membuat tali dari kulit kerbau yang disambung hingga menjadi panjang, menguasai sebidang tanah dengan luas sekitar 1,5 hektar.

Terdapat kerkhoff yaitu makam-makam Belanda di kawasan Benteng Speelwijk. Salah satu makam yang menarik adalah makam Komandan Hugo Pieter Faure (1717-1763) yang berukuran besar dan dihiasi dengan lambang kebesaran kesatuan militer. Makam Jacob Wits seorang pegawai pajak dan pembelian atau yang disebut dengan Kopman en Fiscaal Deserbezeting yang meninggal pada 9 Maret 1769. Ada pula makam Catharina Maria van Doorn, istri letnan Jan van Doorn (30 April 1747-8 Desember 1769). Kerkhoff berpotensi menjadi taman prasasti tertua di dunia.

Benteng Speelwijk ditinggalkan Belanda pada tahun 1811 karena adanya pemberontakan dan merebaknya penyakit sampar di Banten. Saat ini Benteng Speelwijk masih berdiri dengan kokoh di kawasan bersejarah Banten Lama.

Sumber:

Hakim, Lukman. 2013. Kota Intan yang Tenggelam. Serang: Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang.


Galeri Gambar



Budaya Terkait