Kebudayaan Indonesia

Jalur Pacu

pacu-jalur-lomba-perahu2_1375239963.jpg

Jalur Pacu Riau (foto oleh riaudaily)

Tradisi jalur pacu adalah tradisi menjelang lebaran yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Riau. Tradisi ini mirip dengan lomba dayung. Masyarakat akan tumpah ruah untuk menyaksikan tradisi jalur pacu yang dilakukan di sungai dengan menggunakan perahu tradisonal.

Jalur Pacu ini merupakan sebuah tradisi yang berasal dari daerah Kabupaten Kuantan.  Pacu memiliki arti lomba adu cepat, sedangkan jalur berarti perahu besar yang dapat memuat 40-50 orang anak pacu. Jalur dibuat dari sebatang pohon Bonio atau kulim kuyian dengan panjang 30 meter atau lebih dengan diameter 2meter.

Dalam Pacu banyak ritual yang mesti dilalui. Pertama-tama kayu yang diambil dihutan diawali dengan upacara persembahan dan semah yang dipimpin oleh pawang,kayu tersebut dianggap memiliki penghuni,upacara ini dilakukan agar proses penebangan kayu dapat berjalan lancar. Kemudian pohon ditebang sesuai dengan panjang jalur yang akan dibuat. Setelah itu Pohon yang ditebang dan diseret tadi di layur (diasapi) selama kurang lebih 12jam, proses pengasapan ini dilakukan pada malam hari diiringi upacara adat dan tari-tarian yang dihadiri oleh pemuka masyarakat. Tujuan kayu diasapi agar kayu atau jalur menjadi kering dan tidak berat saat dipacu. Pacu jalur dilaksanakan untuk memperingati hari besar agama Islam menyambut Hari Raya Idul Fitri, Maulid nabi dan Tahun Baru Islam 1 Muharam.

Kini Pacu jalur menjadi pesta masyarakat Kuantan Singingi dan masyarakat Riau pada umumnya yang telah menjadi kalender  Pariwisata Nasional. Pacu Jalur ini diadakan di Tepian batang Narosa Sungai Kuantan Taluk Kuantan, event Pacu Jalur tidak hanya diikuti oleh Jalur dariKecamatan yang ada di Kabupaten Kunatan Singingi saja tapi juga diikuti oleh Jalur dari Kabupaten lain di Provinsi Riau dan juga diikuti Jalur Provinsi tetangga dan juga negara lain.


Galeri Gambar



Budaya Terkait