Kebudayaan Indonesia

Ladang Bagi Suku Kluet Pedalaman

LADANG BAGI SUKU KLUET PEDALAMAN

Bidang usaha perladangan umumnya dikerjakan oleh suku Kluet yang berada dipedalaman atau daerah-daerah udik. Peladang tersebut membuka ladang disebabkan daerah sekitar permukiman merek tidak memungkinkan untuk dijadikan areal pesawahan, karena kesulitan pengairan atau pun karena tanah yang berawa-rawa.

Jenis-jenis padi yang ditanam di ladang-ladang yaitu si Kapai, si Gupai, Si pala gajah, dan pinang gondok.

Adapun tata cara pengerjaan ladang yang dilakukan suku Kluet di pedalaman ialah penebangan hutan atau pembukaan hutan. Pekerjaan menebang di daerah adat Kluet disebut menabung. Pada fase ini si peladang melakukan pekerjaan menebang pohon-pohon kayu yang terdapat ada suatu areal yang akan dijadikan ladang. Alat yang digunakan ialah kapak dan parang.

Tahap kedua, yaitu pengumpulan timbunan kayu bekas pembukaan ladang. Kemudian selanjutnya dilakukan pembakaran sisa penebangan, menajuk benih, menyiang rumput, menuai padi, dan mengangkat.

Sementara itu, sistem milik dalam pengerjaan ladang erat hubungannya dengan pemilikian ladang tempat berladang. Umumnya tanah ladang yang dikerjakan leh peladang adalah tanah hutan yang belum dibuka. Sudah tentu hasil yang diperoleh dari ladang tersebut menjadi milik mereka. Untuk menjaga tanah ladang yang mereka buka agar tidak diambil orang lain, maka si peladang menanam tanaman keras pada bekas ladang tersebut seperti kopi. Tanaman ladang yang telah ditanami dengan tanaman keras tidak boleh diambil oleh peladang lain pada masa-masa berikutnya. Kecuali di tempat tersebut diketemukan tanaman keras yang memberi indikasi bahwa areal tersebut telah dimiliki orang lain.

Pembukaan areal perladangan pada suatu hutan biasanya dilakukan secara berkelompok. Hal tersebut dilakukan karena di dalam hutan bahaya senantiasa mengancam. Misalnya gangguan hama dan binatang buas. Oleh sebab itu, letak ladang antar petani jaraknya berdekatan untuk memudahkan dalam hal tolong-menolong.

Pengerjaan ladang dilakukan oleh si peladang bersama dengan keluarga batihnya. Setiap tahap kegiatan semenjak dari kegiatan menebag sampai pada mengangkut tenaga berat dilakukan oleh pihak laki-laki. Aktivitas yang membutuhkan tenaga yang kuat dilakukan oleh laki-laki dewasa. Sementara anak dan istrinya melakukan pekerjaan menajuk, menyiang, menuai, dan menjadi padi atau sayuran.
Bagi suku Kluet yang tinggal di pedalaman, ladang merupakan tempat bertumpunya hidup mereka. Tanpa ladang sulit bagi mereka untuk meraih pekerjaan. Memang Nampak tidak arif ketika hutan mereka babat menjadi ladang, namun apa daya, hanya ladanglah yang dapat menyambung hidup mereka.


Galeri Gambar



Budaya Terkait