Kebudayaan Indonesia

Komoditas Perikanan Darat Dan Laut Kalimantan Selatan

v3.jpeg

KOMODITAS PERIKANAN DARAT DAN PERIKANAN LAUT KALIMANTAN SELATAN

Daerah Kalimantan tergolong daerah perikanan darat, serta dikenal sebagai gudang ikan sejak dulu.  Perikanan darat di daerah Kalimantan Selatan terdapat berbagai jenis perairan seperti perairan rawa, perairan danau, perairan sungai, perairan pantai, perairan/genangan air lainnya.

Adapun daerah-daerah perikanan darat serta yang banyak menghasilkan ikan adalah daerah-daerah danau Bangkau (Negara) danau Bitin (Alabio) danau Panggang, Terpakang (Babirik) Atalak Padang (Martapura), Bati-bati, Bajayau, Batalas, Buas-buas, Hakurung, Peramaian dan Paminggir.

Sehubungan dengan lokasi perikanan darat ini sejak dahulu dikenal dengan adanya hak milik atas danau ikan yang disebut danau peninggalan, yakni merupakan danau kecil atau sumur ikan yang disebut juga dengan istilah biji, merupakan milik turun temurun dari suatu keluarga untuk menangkap ikan di tempat tersebut.

Di daerah Kalimantan Selatan umumnya tenaga pelaksana perikanan darat itu adalah jika pekerjaan perikanan itu bersifat ringan seperti menangkap dengan jala atau kail maka dilaksanakan oleh perorangan. Sedangkan jika sifatnya berat seperti sulambau, maka dikerjakan oleh satu kelompok atau keluarga.

Di daerah Kalimantan Selatan tata cara pelaksanan perikanan darat, baik pemeliharaan maupun penangkapan masih dilakukan secara tradisional. Pembibitan terhadap ikan-ikan tidak pernah dilakukan. Ikan-ikan yang ditangkap itu biasa berkembang biak sendiri di danau atau sumur ikan (biji) atau dibuatkan sungai buatan yang digali pada musim kering untuk tempat ikan, yang disebut dengan istilah pamitak.

Untuk menangkap ikan di sungai umumnya digunakan alat-alat yang masih tradisional seperti perahu (jukung), pancing, jala (lunta), tampirai, tangguk, kabam, lalangit, renggi, hancau, jambih, lukah, hampung, serapang, tiruk, riwayang, dan sebagainya.

Sedangkan waktu penangkapan ikan umumnya pada musim kemarau untuk di danua dan di rawa serta pada musim ba’ah (shujan dan sungai dalam) untuk di sungai-sungai.
Di beberapa daerah, perikanan darat ini merupakan mata penceharian pokok seperti di danau Panggang, akan tetapi umumnya hanya pekerjaan sekunder sesudah bertani.

Hasil dari perikanan darat di daerah Kalimantan Selatan ini pada umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan dikirim ke luar daerah seperti ke Jawa. Adapun hasil perikanan darat daerah Kalimantan Selatan meliputi jenis-jenis ikan seperti ikan gabus, (haruan), pupunyu (betek), sepat, sepat siam, biawan, taunan, sanggang, baung, kelabau, tapah, bakut, undang, bajang, udang galah dan sebagainya .

Hasil perikanan ini umumnya dikeringkan (dijadikan ikan asin), jenis yang banyak ke  luar daerah misalnya ke Jawa adalah ikan kering (garih) haruan (gabus), sepat siam dan biawan serta campuran dari berbagai jenis ikan lainnya. Sedang ikan basah lebih banyak dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri saja. Sedangkan udang dikirim ke luar negeri  seperti Taiwan dan Jepang. Sejak tahun 1970 di daerah Kalimantan Selatan sudah ada perusahaan yang bergerak dibidang perikanan yaitu Kalimantan Fishering (Kalfish) yang merupakan joint venture dengan Jepang.

Di samping perikanan darat, di daerah Kalimantan Selatan juga terdapat perikanan laut, terutama terdapat di daerah pantai Kalimantan Selatan, muara sungai, di pulau-pulau kecil di daerah laut Jawa dan Selat Makasar.

Luas area penangkapan ikan lauit ini kurang lebih 10.000 mil persegi. Daerah-daerah penangkapan ikan laut meliputi daerah Kotabaru, daerah Takisung, Pleihari, daerah-daerah di muka sungai Barito seperti Tabunganen, dan Jelapat dan sebagainya.

Pelaksanaan laut di daerah Kailmantan Selatan umumnya masih bersifat tradisonal, dan yang mengerjakan penangkapan ikan sebagian besar adalah penduduk setempat yang tinggal di desa-desa Kuala, pesisir dan pulau-pulau kecil yang merupakan pusat kegiatan mereka. Adapun tenaga nelayan yang terdapat di daerah Kalimantan Selatan ini dapat dibedakan antar lain: Nelayan tetap, jumlah mereka ini lebih banyak dan umumnya ada nelayan pendatang yang jumlahnya tidak sebanyak nelayan tetap. Ada lagi nelayan Sembilan, meraka ini hanya kadang-kadang saja dan kebanyakan petani di sektitar daerah penangkapan ikan itu. Pada umumnya tenaga penangkap ikan ini tidak terorganisir, dan masing-masing kelompok melakukan penagkapan sendiri.

Tata cara pelaksanaannya. Pelaksaan dan tata cara penangkapan ikan laut di daerah Kalimantan Selatan ini masih menggunakan alat-alat tradisional seperti rengge, rempa, hampang halat, sedangkan perahu masih menggunakan layar. Baru pada akhir-akhir ini saja mulai dipergunakan klotok yaitu perahu yang diberi mesin diesel dan biasanya kekuatannya antara 5 sampai 20 pk.

Hasil dari perikanan laut ini pada umumnya digunakan sebagai berikut: ikan basah untuk memenuhi kebutuhan di daerah seperti jenis ikan peda, tenggiri, menangin, terubuk, tongkol, telang dan sebagainya, diasinkan dan dikirim ke luar daerah.

Adapun tata cara penangkapan berdasarkan tradisi yang hidup di kalangan para nelayan serta pembagian hasil adalah sebagai berikut: 1/10 bagian dari hasil untuk sewa perahu, 1/10 bagian dari hasil untuk sewa rengge atau alat lainnya, 2/10 untuk tanggungan belanja dan 6/10 bagian untuk pemilik modal.

Dari perikanan laut di daerah Kalimantan Selatan ini dihasilkan jenis ikan seperti peda, bawal, tenggiri, tongkol, trubuk dan lain-lain. Umumnya selain diasainkan juga ikan basah untuk keperluan daerah.


Galeri Gambar



Budaya Terkait