Kebudayaan Indonesia

SUKU KLUET DALAM ORGANISASI BERBURU

Dalam hal berburu, terdapat pengorganisasian yang cukup rumit. Hal ini berkaitan dengan partisipasi setiap anggota dalam melakukan perburuan. Misalnya pada perburuan rusa dalam teknik areng, taron, suda, dan giring. Sedangkan pada bentuk ke empat tidak memerlukan organisasi yang rumit. Misalnya dalam berburu rusa dengan menggunakan senapan yang hanya cukup terdiri atas 2-3 orang.

Penangkapan rusa dalam ketiga bentuk yang disebut pertama di atas membutuhkan sekitar 10-20 orang pemburu, kecuali pad perburuan menggunakan anjing yang anggotanya terbatas. Kelompok pemburu dipimpin oleh seorang pawing rusa. Pawing rusa ini mempunyai pengetahuan luas tentang keadaan hutan tempat yang sering dan banyak terdapat rusa, perangai, dan tingkah laku, serta tak kurang penting ilmu-ilmu gaib yang membekali dirinya.

Para anggota pemburu juga terdiri atas beberapa kelompok.  Kelompok-kelompok tersebut terdiri dari kelompok seumaroh, kelompok teumapak, kelompok pembawa areng, dan orang yang menetak bianatng tersebut nanti.

Kelopok seumaroh atau penghalau biasanya berasal dari orang ramai yang belum begitu berpengalaman di damping orang yang telah berpengalaman mendampingi mereka. Kelompok teumapak tersdiri dari orang-orang yang telah sering berburu serta memiliki keterampilan sedikit tentang seluk-beluk berburu. Mereka memiliki tugas sebagai pencari jejak. Untuk mencari jejak rusa yang baru lewat, mereka berpencar ke dalam hutan bersama dengan pawang. Bila si pencari jejak telah menemukan jejak tersebut, sang pawang akan mendatangi tempat tersebut dan mengambil sepotong daun untuk menutupi jejak yang ditemukan itu.

Kemudian pawang mengeluarkan kemenyan dan sabut dari kantongnya yang sengaja dibawa dari kampug, sambil membaca mantra-mantra. Dengan memperhatikan arah asap yang ditiup oleh angina, pawang dapat menentukan di mana rusa itu berada dan ke mana arah hadapan rus pada saat itu. Dengan berpedoman hasil pengamatannya itu lalu ia memerintahkan kepada pembawa areng untuk merentangkan areng  membujur arah hadap kepala rusa. Bila pemburuan itu mempergunakan teknik suda atau mempergunakan taron, maka suda atau taron itu ditempatkan seperti dalam menempatkan areng di atas juga. Pawan terus memberi komando kepada kelompok seumaroh untuk menghalau rusa kea rah perangkap, yang disediakan dengan memukul-mukul pohon kaya atau mengeluarkan kata-kata tertentu atau bersorak.

Sementara di kedua sisi areng telah berdiri beberapa orang bersenjatakan golok, menunggu rusa itu terjerat atau kena suda, keterampilan dan kecekatan menetak sangat diharapkan di samping keberanian, ebab terlambat saja merea menetak, rusa yang terkena jerat itu akan dapat memutuskan areng dan melarikan diri. Pada bentuk perburuan yang mempergunakan teknik menggiring dengan anjing (apalagi menggunakan senapan), mempunyai anggota pemburu yang lebih kecil bila dibandingkan dengan ketiga bentuk teknik di atas. Pada kelompok ini tak di kenal kelompok seumaroh.

Perburuan jenis binatang lain, seperti mencari telur penyu, dan mencari badak tidak mempunyai pengorganisasian yang agak rumit seperti dalam kasus memburu rusa atau ruso. Pekerjaan mencari telur dilakukan perseorangan, sedangkan menangkap badak dilakukan oleh 2-3 orang yang tela berpengalaman menjelajang hutan belantara.


Galeri Gambar



Budaya Terkait