Kebudayaan Indonesia

Suku Muyu Berburu Spesies Kecil

02022010_suku_di_papua_300_225.jpg

SUKU MUYU BERBURU SPESIES KECIL

Suku Muyu yang tinggal di Boven Digoel, Papua memiliki banyak jenis binatang yang diburu; khususnya jumlah jenis spesies kecil sangat besar. Binatang buruan yang besar ialah babi dan burung kasuari. Meskipun secara umum binatang-binatang ini penting untuk perburuan, di daerah-daerah yang berpenduduk padat di sekitar Yibi binatang-binatang kecil lebih penting. Di sini jarang ada binatang besar, tetapi di selatan dan di tenggara lebih banyak.

Untuk masa pendek atau lama, orang-orang Muyu dari lain-lain daerah sering pergi ke bagian-bagian itu — terutama ke daerah Sungai Fly — dengan maksud menangkap lebih banyak binatang, untuk ganti suasana. Namun, ini tergantung dari hubungan yang ada di sepanjang jalan dan di daerah itu sendiri.

Orang Muyu membeda-bedakan dengan teliti semua subspesies. Dalam mitos dan nyanyian sakral mereka, banyak dari binatang-binatang itu memegang peranan dan masing-masing memiliki namanya sendiri.

Ada bermacam-macam cara berburu. Cara yang dipilih tergantung dari jenis binatangnya. Babi dan kasuari diburu dengan menggunakan busur dan anak panah. Anjing memainkan peranan penting dalam melacak binatang buruan, lebih-lebih kalau binatang itu sudah terluka.

Untuk binatang-binatang seperti itu sering digunakan lubang jebakan, sering diberi bambu-bambu runcing yang ditanam di dasarnya — sehingga akan "memanggang" mangsanya waktu jatuh. Babi juga dijebak, khususnya di tempat orang menokok sagu, kalau diketahui bahwa babi telah memakan sagu yang masih di pohon yang ditebang (pohon yang masih belum diambil sagunya). Jebakan terdiri atas lorong kayu, terbuka di satu sisi. Begitu menyentuh tali, si babi melepaskan sebuah pengumpil yang menurunkan pintu lorong yang terbuka itu sehingga terjebaklah dia. Itulah caranya Kamberap tertangkap pada zaman purba, sesudah itu ia berganti rupa menjadi babi.

Binatang-binatang kecil yang diburu meliputi kuskus, biawak, tikus besar dan tikus kecil, kadal dan ular, belalang dan katak, kupu-kupu jenis tertentu, ulat yang terdapat di bagian dalam pohon (seperti ulat sagu), juga burung dan kelelawar. Tikus kecil dan tikus besar, biawak, kuskus, dan burung biasanya juga dibunuh dengan anak panah, tetapi kalau mungkin binatangbinatang itu ditangkap dengan tangan, misalnya tikus kecil di dalam rumah, atau kuskus di pohon. Kalau untuk binatang-binatang kecil itu dibuat jebakan, bentuknya sama dengan yang untuk babi. Sedangkan kadal, ular, belalang, katak dan kelelawar, ulat pohon, dan kupu-kupu ditangkap dengan tangan.

Berburu tidak dilakukan dalam kelompok besar. Cukup sejumlah kecil orang saja, biasanya tetangga, kerabat, misalnya dua orang bersaudara. Penggerebegan atau pengepungan yang melibatkan banyak orang tidak pernah ada karena baik binatangnya maupun daerahnya tidak cocok untuk itu.


Galeri Gambar



Budaya Terkait