Kebudayaan Indonesia

Pakaian Adat Kalimantan Barat

baju-adat_kalimantan_barat_1411362899.jpg

Indonesia, negara kepulauan yang memiliki banyak kebudayaan yang bermacam-macam. Kebudayaan yang memiliki wujud kebudayaan material dan nonmaterial. Bermula dari Sabang melangkah menuju Merauke begitu banyak kebudayaan ditiap daerah. Kebudayaan mengenai asal usul daerah, adat istiadat, benda yang dikeramatkan dan kebiasaan masyarakat ditiap daerah dan juga masih banyak kebudayaan-kebudayaan ditiap daerah-daerah Indonesia yang belum diketahui oleh masyarakat secara umum. Salah satu unsur kebudayaan berbentuk material yang masih belum banyak diketahui masyarakat umum adalah Pakaian Adat.

Keberadaan Pakaian adat sebagai wujud material kebudayaan yang banyak terdapat di daerah-daerah di Indonesia memiliki nilai penting dalam sudut pandang sejarah, warisan, dan kemajuan masyarakat dalam sebuah fase peradaban tertentu. Banyak pakaian adat di daerah yang merupakan representasi kebudayaan paling tinggi di sebuah komunitas masyarakat di daerah tertentu. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya sebuah upaya untuk menjaga dan  melestarikan keberadaan Pakaian Adat. Upaya itu dilakukan untuk menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam rumah adat. Tujuannya agar masyarakat saat ini bisa membaca, memahami dan mengambil nilai-nilai positif yang terkandung pada pakaian adat di daerah mana saja. 

Pakaian King Baba dan King Bibinge

Ada banyak pakaian adat di Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan nilai pengetahuan yang penting. Salah satu dari banyak pakaian adat di Indonesia yang memiliki makna sejarah, representasi sebuah komunitas pada zamannya dan kemajuan sebuah peradaban adalah pakaian adat Kalimantan Barat. Kalimantan Barat beribukota Pontianak, Kalimantan Barat adalah provinsi terluas setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Kebudayaan Kalimantan Barat sangat banyak dan bervariasi. Salah satunya adalah pakaian Adat Kalimantan Barat.

Pakaian adat Kalimantan Barat bermacam-macam diantaranya yaitu Pakaian adat king baba untuk laki laki dan king bibinge untuk perempuan. Pakaian ini adalah pakaian yang digunakan sudah sejak dulu oleh masyarakat Kalimantan Barat. Pakaian adat Kalimantan Barat berbahan kulit kayu yang diproses menjadi kain kulit kayu yang digunakan sebagai bahan pakaian adat Kalimantan Barat adalah Kulit kayu kapuo atau ampuro. Kulit kayu tersebut dipukul termasuk di pukul di dalam air menggunakan pemukul yang berbentuk bulat. Kemampuan mengolah kulit kayu menjadi kain oleh masyarakat Kalimantan Barat merupakan kemampuan yang secara turun temurun diturunkan oleh nenek moya masyarakat Kalimantan Barat. Selain itu, kemampuan lain masyarakat Kalimantan Barat itu adalah menenun.

Dalam berpakaian masyarakat Kalimantan Barat, ada pembeda antara pakaian laki-laki dan perempuan. Pembeda itu yaitu pakaian laki laki terdiri dari tutup kepala berhiaskan bulu burung enggang, baju tanpa lengan, celana panjang dan ikat pinggang antara batas lutut dan kain. Untuk pakaian perempuan yaitu kain yang menutupi dada, lapisan kain yang berfungsi sebagai stagen dan bahan berupa bulu burung enggang sebagai perhiasan kepala, manik-manik, kalung. Ada juga beberapa pakaian adat masyarakat Kalimantan Barat yang disesuaikan pemakaiannya berdasarkan kegiatan yang mereka lakukan.

Selain pakaian adat diatas, banyak pakaian adat Kalimantan Barat yang dipandang begitu berharga oleh masyarakat setempat  yaitu King Maniks, tajung batabur, Indulu Batabur, kamprio, Dabal, King Kabo, Indulu Kalit kayu Tempo, Indulu Manik, King Tatak, Tajug kaenKampo, Bulangmalahalangke, Bulang Ara, Baju Burng, Bulang Uri, Bulang Bidang, King Bidan, dan Ming Batabur.

Pakaian-pakaian tersebut adalah pakaian adat Kalimantan Barat yang saat ini keberadaannya mulai sedikit terpinggirkan. Kondisi tersebut menuntut agar pakaian adat Kalimantan Barat bisa dijaga dan dilestarikan. Pakaian adat yang memiliki nilai sejarah dan nilai-nilai sosial masyarakatnya. 


Galeri Gambar



Budaya Terkait