Jamuan Makan Malam Indonesia untuk Penerbit Jerman Hadirkan Berbagai Kuliner Indonesia

0

106

Jerman, Kemendikbud— Hari pertama Leipzig Book Fair di Jerman ditutup dengan gala dinner atau jamuan makan malam oleh Indonesia untuk penerbit Jerman. Berbagai kuliner khas Indonesia disajikan dalam jamuan makan malam tersebut dengan tata hidang yang cantik dan elegan.

Jamuan makan malam Indonesia untuk penerbit Jerman merupakan acara silaturahim untuk menegaskan kembali keseriusan Indonesia dalam program penerjemahan buku. Indonesia sebagai Guest of Honour atau Tamu Kehormatan Frankfurt Book Fair 2015 berencana menerjemahkan sekitar 100-200 buku ke dalam bahasa Jerman dan bahasa asing lain.
“(Jamuan makan malam) ini untuk meyakinkan kembali para penerbit Jerman tentang tekad Indonesia untuk menerjemahkan buku-buku bahasa Indonesia ke bahasa Jerman dan bahasa lain,” ujar Ketua Komite Nasional Indonesia Program Guest of Honour Frankfurt Book Fair (FBF), Goenawan Mohamad, usai jamuan makan malam. Hingga saat ini memang program penerjemahan masih dalam proses.
Jamuan makan malam dihadiri para penerbit Jerman; Presiden Frankfurt Book Fair Juergen Boos; Tamu Kehormatan FBF 2014, Finlandia; Tamu Kehormatan FBF 2016, Belanda; hingga Tamu Kehormatan FBF 2018, Georgia. Turut hadir juga Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Fauzi Bowo. Jamuan makan malam ini berlangsung di Hotel Michaelis, Leipzig, Jerman.
Masakan Indonesia untuk jamuan makan malam disiapkan oleh Chef Petty Elliot dibantu dua juru masak dari tim Chef William Wongso. Petty dan tim sudah menyiapkan berbagai menu mulai dari welcoming drink atau minuman selamat datang, makanan pembuka, menu utama, hingga makanan penutup.
Ada dua jenis minuman selamat datang, yaitu wedang jahe dan kunyit asam yang disajikan dalam gelas sampanye. “Untuk appetizer ada tiga jenis, yaitu asinan jakarta dari buah, yaitu nanas, apel, pir dan ketimun. Kemudian ada perkedel jagung-udang dan Anyang (sejenis urap dari Padang), yang kelapanya dioseng2 dengan macam-macam bumbu, ditambah irisan dada ayam panggang,” ujar Petty sebelum jamuan makan malam berlangsung, Kamis (12/03/2015).
Sedangkan untuk menu utama berupa nasi tumpeng nusantara dengan ukuran mini yang disajikan per porsi. Nasi tumpeng ini disajikan dengan beef tenderloin yang dimasak dengan suhu rendah selama dua jam. Ada juga ikan steam dari ikan coat yang disajikan dengan dabu-dabu khas Manado. Untuk sayuran pelengkap ada asparagus, wortel dan brokoli yang disteam dengan saus kari ala bali. Tidak ketinggalan juga kerik tempe yang selalu ada dalam menu nasi tumpeng.
“Kita mau menunjukkan betapa kayanya Indonesia dalam hal makanan daerah,” kata Petty bersemangat.
Sebagai dessert atau makanan penutup dihadirkan kue lumpur, kolak pisang dan cendol yang disajikan dalam satu piring dengan teknik presentasi yang cantik dan manis.Meski jamuan makan malam menyajikan kuliner khas Indonesia, gaya pengaturan meja menggunakan gaya Eropa, berupa round table di mana satu meja terdiri dari 10 orang. Goenawan Mohamad mengatakan, jamuan makan malam Indonesia tersebut direspon dengan positif, baik untuk segi diplomasi tentang penerjemahan maupun dari segi kuliner.
Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.