Jadi Tamu Kehormatan Frankfurt Book Fair 2015, Indonesia Akan Promosi Besar

0

95

Jerman, Kemendikbud —Indonesia dengan populasi sekitar 250 juta penduduk menjadi salah satu negara terbesar di dunia. Namun nama Indonesia belum terlalu dikenal di dunia internasional. Dengan menjadi Guest of Honour atau Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015, Indonesia akan melakukan promosi besar akan industri perbukuan dan budaya Indonesia kepada khalayak dunia.

Presiden Frankfurt Book Fair (FBF) Juergen Boos, menjelaskan alasannya memilih Indonesia sebagai Tamu Kehormatan FBF 2015. “Kita sedang melihat salah satu negara terbesar. Dengan populasi yang besar, aneka ragam budaya, sistem demokrasi dan jumlah generasi muda yang tinggi,” katanya saat jumpa pers di stand Indonesia di Leipzig Book Fair, Jerman, Kamis (12/03/2015).

Dengan beragam fakta yang tidak dimiliki negara lain itu Juergen Boos berharap Indonesia bisa lebih dikenal masyarakat internasional melalui Program Guest of Honor dalam Frankfurt Book Fair 2015. Selain itu, Indonesia juga bisa membuka jaringan internasional atau networking dengan penerbit dan penerjemah dari negara lain dalam industri perbukuan atau literatur. “Kebudayaan Indonesia akan diketahui banyak orang, menyebar,” katanya.

Dalam jumpa pers yang sama, Ketua Komite Nasional Indonesia Program Guest of Honour FBF 2015, Goenawan Mohamad mengatakan literatur Indonesia sangat kaya dan beragam. Karena itu ia sulit menjelaskan jenis literatur seperti apa yang dimiliki Indonesia.

“Kami memiliki bahasa ibu yang berbeda-beda, ada sekitar 17.000 pulau,” ujarnya.

Fakta itu menjadikan Indonesia menjadi negara dengan kekayaan karya sastra dengan gaya bahasa yang berbeda-beda. Namun hal tersebut diakuinya belum menjadi perhatian dunia internasional. Karena itulah Indonesia akan melakukan promosi besar-besaran dengan menjadi Tamu Kehormatan Frankfurt Book Fair 2015.

Kurangnya dikenalnya literatur dan budaya Indonesia di Jerman diakui Basil, warga negara Indonesia yang tinggal di Jerman sejak tahun 2009. Ia mengatakan, Indonesia harus tetap melakukan promosi budaya dan karya sastra kepada dunia internasional, dengan atau tanpa menjadi Tamu Kehormatan FBF. Industri perbukuan di Indonesia juga harus terus maju.

Jumpa pers Indonesia di Leipzig Book Fair dihadiri juga oleh penulis ternama Indonesia seperti Sapardi Djoko Damono, Ahmad Tohari dan Laksmi Pamuntjak. Leipzig Book Fair yang berlangsung pada 12-15 Maret 2015 menjadi awal perkenalan Indonesia sebagai Tamu Kehormatan Frankfurt Book Fair 2015.

Frankfurt Book Fair itu sendiri akan berlangsung pada 14-18 Oktober 2015. Setelah Leipzig Book Fair, Indonesia telah menyiapkan rangkaian acara menuju Frankfurt Book Fair. Di antaranya adalah jumpa pers Indonesia sebagai Tamu Kehormatan FBF 2015 yang akan dihadiri Mendikbud Anies Baswedan pada bulan Juni, Festival Museum dan Pameran Arsitektur Indonesia pada bulan Agustus, acara Frankfurt Book Fair Community di Pasar Hamburg pada bulan September, dan Pameran Naskah Kuno Indonesia di bulan Oktober.

Sumber:http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/3920

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.