Kebudayaan Indonesia

Festival Ramayana Internasional 2013 Hari ke 3

Festival Ramayana Internasional pada tanggal 8 September 2013 dimainkan dari delegasi negara Malaysia, Laos dan Filipina. Pada malam itu para penonton sangat antusias sekali untuk melihat kelanjutan episode Ramayana. Terlihat sekali ketika pkl 18:00 WIB masyarakat sekitar telah antri untuk membeli tiket masuk Festival Ramayana Internasional ini. Dilanjutkan dari episode terakhir tanggal 7 September 2013 dari delegasi Indonesia 1 (Yogyakarta) dengan episode “Hanoman sebagai Utusan”. Setiap delegasi negara memiliki nama-nama tokoh dan nama tempat yang berbeda dalam pertunjukan ini tapi memiliki maksud yang sama.

Dimulai dari delegasi Malaysia dengan episode “Pembangunan Jembatan Menuju Langka” yang ditampilkan oleh Kumpulan Kesenian JKKN Negeri Melaka. Episode ini menceritakan tentang dayang-dayang yang berusaha menenangkan Seri Rama dari dukanya. Setelah itu Raja Hanuman datang menemui Seri Rama dan menceritakan bahwa telah menyampaikan pesan dari Seri Rama untuk Sita Dewi. Raja Hanuman dan pasukannya membangun jembatan menuju Langka untuk disebrangi oleh Seri Rama.

 

(dayang-dayang yang berusaha menenangkan Seri Rama dari dukanya)

(Raja Hanuman menemui Seri Rama)

(Seluruh pemain sendratari Ramayana delegasi Malaysia)

Kemudian dilanjutkan dari delegasi Laos dengan episode “Saran dan Pengasingan Vibhisana” yang ditampilkan oleh Phra Lak Phra Lam Lao. Episode ini dimulai dengan mimpi Ravana, dimana terdapat burung bangkai putih dari timur membunuh burung bangkai berwarna hitam dari barat sehingga menjadi abu. Adik Ravana, Vibhisana Sang Peramal Kerajaan, mengatakan pada Ravana bahwa burung bangkai putih dalam mimpi tersebut adalah Rama, dan yang hitam adalah Ravana. Menurut Vibhisana, mimpi tersebut berarti Rama akan menghancurkan Ravana beserta negaranya bila Sita tidak dikembalikan. Setelah Vibhisana berbicara seperti itu kepada Ravana, maka Ravana marah lalu mengasingkan saudaranya tersebut.

(Burung Bangkai berwarna hitam dan putih)

(Vibhisana diasingkan dari Kerajaan Alengka)

(Seluruh pemain sendratari Ramayana delegasi Laos)

Dan yang terakhir dari pertunjukan malam itu yaitu delegasi dari Filipina dengan episode “Laksamana” yang ditampilkan oleh Sining Kambayoka Ensemble (SKE). Pertunjukan Laksamana adalah babak sendratari berdasarkan kisah Maharadia Lawana, yakni Epos Ramayana di Filipina. Kisah ini berpusat pada kelahiran Laksamana dari Potri Langkawi (Ratu Timur). Laksamana adalah Raja Kera yang berkuasa atas binatang-binatang hutan dalam cerita tersebut. Suatu siang Radia Mangandiri keluar dari Torogan untuk menengok sawahnya. Istrinya, Tuwan Potri Malaila Ganding melihat seekor kijang bertanduk emas dan meminta suaminya untuk menangkap kijang tersebut, lalu suaminya memburu kijang itu namun tidak berhasil. Radia Mangandiri kemudian meminta tolong pada saudaranya Radia Mangawarna, lalu mereka berdua tersesat di hutan. Radia Mangandiri kelelahan dan beristirahat lalu mengalami mimpi buruk dan mimpinya benar-benar menjadi kenyataan. Laksamana kebingungan mengenai siapa ayah dan ibunya, lalu ia pergi ke hutan dan akhirnya dia dapat mengenali bahwa Radia Mangandiri adalah ayahnya, dan Radia Mangawarna sebagai pamannya. Pada akhirnya mereka semua pulang ke Torogan untuk merayakannya, dan Laksamana berubah menjadi seorang pangeran tampan.

 

(Laksamana)

(Tarian dari delegasi Filipina)

(Radia Mangandiri dan Radia Mangawarna tersesat di hutan)

(mimpi dari Radia Mangandiri)

(Laksamana berada di tengah antara Radia Mangandiri dan Radia Mangawarna)

(Laksamana berubah menjadi seorang pangeran tampan)

(Seluruh pemain sendratari Ramayana delegasi Filipina)

Pertunjukan hari ini ditutup indah dari delegasi negara Filipina, dan dilanjutkan dengan penutupan acara Festival Ramayana Internasional pada tanggal 9 September 2013 dengan memainkan episode selanjutnya dari delegasi Thailand, dan Indonesia-Bali.

Bookmark and Share