Kebudayaan Indonesia

Meriahnya Perayaan Lagu Kebangsaan, Indonesia Raya

Merayakan Indonesia Raya_1477985869.JPG

Jakarta – Indonesia Raya telah lama menggema di nusantara. Dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Merayakan Lagu Indonesia Raya di Taman Ismail Marzuki, Minggu (30/10). Berbagai gelaran apik pun hadir diatas Panggung Graha Bakti Budaya.

Acara ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat Indonesia bahwa lagu kebangsaan, Indonesia Raya ada sebanyak tiga stanza. Purwacaraka selaku konduktor memimpin penampilan Gita Bahana Nusantara. Gita Bahana Nusantara, grup asuhan Kemendikbud terdiri dari 60 orang dari 34 propinsi bersama 42 musisi muda.

Pemutaran film berjudul Pantjasila dan pidato Soekarno oleh Tio Pakusadewo mengawali acara. Dalam acara ini, pengunjung juga dibuat terkesan oleh penampilan Sigit “Didiet” Aditya dalam memainkan biola asli W.R Supratman. Pertunjukkan tersebut pun membuat pengunjung terpukau.

Gelombang perjuangan sangat panjang dan menuntut banyak pengorbanan, keringat, dan darah. “Kita harus siap sedia untuk terus maknai simbol Negara kita seiring dengan perkembangan jaman dan berbagai tantangan bangsa,” pesan Mendikbud Muhadjir Effendy. Dalam sambutannya, Mendikbud juga mengungkapkan bahwa salah satu kewajiban bangsa Indonesia adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Itu merupakan cerminan untuk merawat ingatan sejarah kemerdekaan.

“Saya menyerukan kepada guru, pegiat budaya, pelajar, serta seluruh masyarakat Indonesia bahwa banyak lagu nasional yang bisa menyentuh relung hati nurani kesadaran berbangsa. Mari kita tingkatkan dan perkuat karakter bangsa Indonesia 2045 yang lebih menjanjikan,” ujar Mendikbud mengakhiri sambutan.

Senada dengan hal tersebut, Gunawan Wiradi menjelaskan bahwa Indonesia Raya tiga stanza adalah saksi bisu perjuangan kemerdekaan. “Banyak kata dalam lirik yang mengalami perubahan. Cita-cita Indonesia adalah membangun Indonesia baru seperti dalam lirik, Mari kita berseru Indonesia bersatu,” jelasnya.

Purwacaraka dan Obby juga turut menjelaskan cara menyanyikan lagu Indonesia. “Dipayungi oleh PP 44 tahun 1958 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. UU No 24 tahun 2009 tentang Lambang Negara. Lagu Indonesia Raya juga lambang Negara,” tutur Puwacaraka.

Obby juga menjelaskan berbagai pasal yang menjelaskan menyanyikan lagu kebangsaan. “Pasal 2, alat musik dimainkan lengkap dengan 1 kali dengan 2 kali pengulangan. Ayat 2 pada kesempatan yang sama lagu tersebut dinyanyikan maka dinyanyikan secara lengkap dengan 2 kali pengulangan. Ayat 3 jika pada 2 ayat di atas lagu dimainkan secara lengkap atau 3 bait, maka sesudah bait pertama dan kedua dinyanyikan ulang 1 kali dan sesudah bait 3 diulang 2 kali,” jelasnya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid juga menjelaskan secara gamblang mengenai sejarah Kongres Pemuda II – 1928 dan lagu Indonesia Raya. Mulai dari pertama kali lagu kebangsaan dikumandangkan pada 29 Okt 1928 dan berjudul Indonesia Merdeka, rekaman pertama lagu kebangsaan oleh Yo Kim Tjan, menjadi versi keroncong dan Yoseph Claire, hingga lagu kebangsaan dengan aransemen baru.

Pengunjung bersama Gita Bahana Nusantara menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. Acara ditutup dengan penampilan lagu-lagu oleh Gita Bahana Nusantara.