BBM se-ASEAN Ajak Peserta Kenali Sejarah Indonesia dan Main Angklung

0

285

Bandung — Memasuki hari ketiga, BBM se-ASEAN semakin seru. Sejak pagi, para peserta sudah berada di Museum Konferensi Asia Afrika (KAA). Mereka diajak berkeliling tempat bersejarah tersebut didampingi seorang pemandu yang menjelaskan sejarah konferensi dan seluk beluk Museum KAA.

“Gedung ini adalah tempat terselenggaranya Konferensi Asia Afrika tahun 1955, yang kala itu dipimpin oleh Presiden Soekarno,” jelas sang pemandu. Antusiasme para peserta terlihat saat mereka dengan seksama mendengarkan arahan dari setiap foto dan benda-benda bersejarah yang terpajang di area museum.

Usai berkeliling museum, mereka langsung diarahkan menuju Saung Angklung Udjo (SAU) di kawasan Jalan Padasuka. Di sini tak kalah seru. Peserta diajak melihat-lihat galeri dari saung yang telah berdiri sejak 1966 tersebut, mulai dari tempat dipamerkannya angklung, mendengar kilas balik perjalanan tentang Mang Udjo, perkenalan jenis-jenis angklng, sampai dengan menyaksikan orkestra yang dibawakan oleh siswa didik SAU Bandung.

Saat workshop pembuatan angklung, Sam Udjo, salah satu anak dari Udjo Ngalagena menjelaskan, angklung tidak dapat dibuat oleh sembarang orang. “Sebab, tidak semua orang bisa membuat tone dengan tepat,” jelasnya sembari memeragakan membuat nada Do.

Cara membuat nada pada bambu ada dua, lanjutnya, dengan ditiup dan diketuk. Untuk mengetahui tinggi rendahnya tone, bambu harus ditiup sambil sesekali disesuaikan dengan ketukan. Nada-nada Do Re Mi Fa Sol La Si Do harus didengar dengan detail, dengan telinga dan dirasakan dengan hati,” Sam menjelaskan dengan detail.

Setelah mendapatkan penjelasan tentang nada dasar, masing-masing peserta diberikan angklung untuk memainkan tiga lagu bersamaan (medley). Keseruan belajar sambil bermain ini tak berhenti sampai di situ. Usai mendengar penjelasan dari sang maestro, peserta diajak menyaksikan orkestra bersama dengan pengunjung lainnya di aula terbuka. Acara hari itu ditutup dengan berfoto bersama dan para peserta kembali ke hotel untuk mempersiapkan diri belajar bermain angklung keesokan harinya.

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.