Memaknai (Kembali) Borobudur

Setelah tiga bulan lebih ditutup demi mencegah persebaran pandemi corona, situs Borobudur dipersiapkan untuk kembali dibuka. Meskipun itu baru simulasi untuk menghadapi new normal atau tata kenormalan baru, jujur saya berdebar-debar mengetahuinya. Bukan karena antusias gembira, ada kekhawatiran terhadap berkeberlangsungan candi itu sendiri. Saya bukan khawatir akan menyebarnya pandemi karena Read more…

Surat Kartini dan Sosial Media

Di Indonesia, bahkan dunia, keterbukaan dan keterlibatan dalam arus informasi tidak pernah semasif ini. Ada masa ketika media masih terbatas pada majalah, surat kabar dan Jurnal. Semua hanya dapat diakses oleh pihak kolonial dan pejabat pribumi. Bahkan tradisi saat itu menutup semua akses media terhadap perempuan. Pada masa itu, perempuan Read more…