“No She He Or It“

0

Event Details


Tubuh Dariah layaknya sebuah “labirin“, karakter ketubuhannya samar seperti tak bermuara. Gejolak itu muncul dalam porses ketubuhannya lewat Lengger. Gejolak itu kemudian direkonstruksi menjadi beberapa babak dalam karya ini. Terdapat tiga bagian penting yang akan dimunculkan. Pertama adalah eksotisme sekaligus sifat kelaki-lakian. Kedua erotisme dan sensualitas mewakili sifat keperempuanan. Ketiga adalah percampuran atas keduanya, memunculkan gestur sekaligus estetika gerak perkawinan keduanya. Karya ini adalah manifestasi dari rentetan karya yang telah tercipta, yaitu Barangan, Lengger Laut, serta Menunggu. Karya ini diilhami oleh sosok Dariah, penari lengger laki-laki dari Banyumas. Secara etimologi lengger memiliki arti dua simbol kepribadian laki-laki dan perempuan. Lebih lanjut, tarian ini memiliki makna kesuburan, kehadirannya sering kali muncul pada upacara pesta panen. Selain itu, lengger juga memiliki arti sebagai doa. Sebagai doa lengger sering muncul pada acara tasyakuran (khaul), sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Sang Pencipta.

Otniel Tasman lahir pada 1989 di Banyumas, Jawa Tengah. Ia belajar tari di ISI Surakarta, Indonesia dari 2007 hingga awal 2014. Otniel Tasman kerap terlibat dalam pelbagai produksi sebagai penari untuk beberapa koreografer Indonesia seperti Wahyu Santoso Prabowo, Dwi Windarti, Fitri Steyaningsih, Eko Supriyanto, Eko Supendi, Nuryanto, S Pamardi dan Suprapto Suryodarmo. Selain itu ia pun sudah menciptakan beberapa koreografi untuk lagu solo dan juga berkolaborasi dengan ensemble. Beberapa karyanya antara lain Salah, Rohwong, Angruwat, Barangan, dan Mantra. Ia telah tampil di berbagai festival di Indonesia maupun di mancanegara. Terakhir, ia terpilih untuk mengikuti program ChoreoLab: Process in Progress yang diadakan oleh Komite Tari, Dewan Kesenian Jakarta.

Share.

About Author