9 Tari Bali Ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO

0

214

Windhoek, Namibia -Sidang ke-10 Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Windhoek, Namibia, pada hari Selasa, 2 Desember 2015, telah menetapkan tiga genre tari tradisi di Bali (Three Genre of Traditional Dance in Bali) yang terdiri dari sembilan tari tradisional Bali ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Kesembilan tarian tradisional tersebut adalah Rejang, Sanghyang Dadari, dan Baris Upacara yang digolongkan sebagai tarian sakral; Topeng Sidhakarya, Sendratari Gambuh, dan Sendratari Wayang Wong yang digolongkan sebagai tarian semi-sakral; serta tari Legong Kraton, Joged Bumbung, dan Barong Ket Kuntisraya, yang digolongkan sebagai tarian hiburan (entertainment).

Inskripsi tiga genre tari tradisi di Bali yang terdiri dari sembilan tarian Bali ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap arti penting tarian tersebut. Diharapkan inskipsi tersebut juga meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan nilai-nilai luhur tarian Bali serta semangat untuk melestarikannya di masa mendatang.

Dengan inskripsi tari tradisi Bali tersebut, maka Indonesia telah memiliki tujuh elemen budaya dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Enam elemen yang telah terdaftar sebelumnya adalah Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), Angklung (2010), Tari Saman (2011), dan Noken Papua (2012). Serta Satu program Pendidikan dan Pelatihan tentang Batik (2009).

Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO mengadakan sidang pada tanggal 30 November 4 Desember 2015 di Windhoek, Namibia. Dalam sidang tersebut, duapuluh empat negara anggota Komite membahas 6 (enam) nominasi untuk kategori List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding, serta 34 (tiga puluh empat) nominasi untuk kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity .

Bersama dengan Tari Tradisi Bali yang masuk dalam kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, diinskripsi juga antara lain festival api musim panas dari Andorra, Spanyol, dan Prancis; seni menunggang kuda tradisional dari Austria; seni kerajinan tembaga dari Azerbaijan; musik tradisional Marimba dari Kolombia dan Ekuador; serta seni pembuatan kimchi dari Korea Utara.

Bagi

Tentang Penulis

Komentar tertutup.